NU dan Muhammadiyah Jawa Timur Akan Berlebaran 10 September

Hari Raya Iedul Fitri tahun ini bisa dipastikan akan bersaan, setidaknya dari dua ormas Islam terbesar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Jawa Timur yang telah menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah akan jatuh pada 10 September 2010. Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid mengatakan, keputusan penetapan hari raya Idul Fitri itu telah diputuskan Muhammadiyah jauh hari melalui maklumat PP Muhammadiyah bernomor 05/MLM/1.0/E/2010. “Maklumat ini didasari pada hitungan hisab. Kami akan patuhinya,” kata Nadjib, Kamis

Dalam maklumat yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris Agung Danarto itu, juga memutuskan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1431 H yang jatuh pada 16 November 2010. “Maklumat ini didasari pada hitungan hisab. Kami akan patuhinya,” kata Nadjib, Kamis (2/9).

Keputusan penetapan Idul Fitri pada 10 September mendatang juga dilakukan PWNU Jawa Timur. Menurut anggota Badan Hisab dan Rukyat Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, Sholeh Hayat, penetapan itu didasarkan pada hitungan hisab yang dilakukan PWNU. “Tapi NU itu tidak hanya berpatokan pada Hisab, kami juga akan melihat hilal,” kata Sholeh.

Untuk melakukan Rukyatul Hilal ini, PWNU telah tetapkan 11 lokasi diantaranya di menara Masjid Agung Surabaya, Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Kenjeran, Pantai Sraung Pacitan, Pantai Ambet Pamekasan, Pantai Plengkung Banyuwangi, serta Pantai Serang Blitar.

Yang pasti, kata Sholeh, berdasarkan rujukan 21 kitab kuning tentang astronomi yang biasa dipakai NU, bulan Ramadhan akan berakhir pada Kamis 9 September. Sehingga pada 10 September adalah Hari Raya Idul. (Fani/voa-islam.com)