Giliran Austria Larang Cadar Bagi Wanita Muslimah

ImageKaum wanita muslimah kini banyak yang mendapat perlakuan diskriminasi dari pemerintah-pemerintah sekuler. Mereka tidak diberi kebebasan untuk menjalankan syari'at ajaran agamanya, diantaranya untuk menggunakan cadar. Di Prancis, Spanyol, Belgia, dan terakhir di Austria para wanita muslimah dilarang mengenakan cadar.   Menteri Perempuan Austria dari Partai Sosial Demokrat yang berpartisipasi dalam pemerintahan koalisi saat ini, Gabriela Hosk, baru-baru ini mulai mempermasalahkan cadar. Sebagaimana diberitakan oleh salah satu surat kabar Austria, Sabtu (24/4).
  Menurut Menteri Perempuan itu, pemerintah Austria akan membuat keputusan untuk melarang pemakaian cadar.

"Tadi sudah terjadi musyawarah antara pemerintah koalisi membahas seputar pelarangan cadar. Saya sendiri mendukung untuk segera direalisasikan larangan ini, dan saya menolak wanita memakai cadar karena itu mengisolasi kaum wanita," jelas Gabriela Hosk.

Kecenderungan negara-negara Eropa, seperti Belgia, Prancis, dan Spanyol melarang cadar adalah dengan alasan yang sama. Adapun penerapan larangan cadar tersebut tinggal menunggu waktu saja.

"Pelarangan cadar di Austria tinggal menunggu waktu saja, karena musyawarah bersama beberapa ormas Islam di Austria telah selesai," tambahnya.

Pelarangan cadar di Austria akan berlaku di gedung-gedung umum, seperti di kantor-kantor pemerintahan, bank, rumah sakit dan lainnya. Namun, seorang wanita muslimah masih diperbolehkan memakai cadar di tempat umum yang terbuka, seperti di mol, lapangan, pasar, dan lainnya.

Terkait pelarangan cadar itu, masih ada para menteri Austria yang belum puas dengan keputusan itu. Mereka menuntut supaya pelarangan cadar berlaku di semua tempat umum. (Ism/Fani)