Ketika Sebatang Pohon Merindukan Rasulullah ﷺ
Di antara mukjizat yang menunjukkan kebenaran kenabian Rasulullah ﷺ adalah kisah batang kurma yang menangis saat beliau tidak lagi bersandar kepadanya ketika menyampaikan khutbah Jumat.
Kisah ini bukan sekadar cerita yang mengharukan, tetapi merupakan mukjizat nyata yang disaksikan oleh para sahabat. Bahkan para ulama hadits menyebutkan bahwa riwayat tentang peristiwa ini diriwayatkan melalui banyak jalur sehingga termasuk di antara tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad ﷺ yang sangat masyhur.
Awal Kisah
Pada masa awal di Madinah, Rasulullah ﷺ belum memiliki mimbar. Ketika menyampaikan khutbah Jumat, beliau berdiri sambil bersandar pada sebatang batang kurma yang berada di Masjid Nabawi.
Melihat kondisi tersebut, salah seorang sahabat dari kalangan Anshar mengusulkan agar dibuatkan mimbar agar Rasulullah ﷺ lebih mudah menyampaikan khutbah. Beliau pun mengizinkan usulan tersebut.
Setelah mimbar selesai dibuat, Rasulullah ﷺ mulai berkhutbah di atas mimbar. Saat itulah terjadi peristiwa yang luar biasa.
Batang Kurma Itu Menangis
Para sahabat mendengar suara tangisan dari batang kurma yang dahulu menjadi tempat Rasulullah ﷺ bersandar. Suaranya begitu jelas hingga diserupakan oleh para perawi seperti suara unta betina yang merintih karena kehilangan anaknya.
Rasulullah ﷺ segera turun dari mimbar, menghampiri batang kurma tersebut, lalu meletakkan tangan beliau di atasnya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau memeluknya hingga tangisannya berhenti.
Beliau ﷺ kemudian menjelaskan bahwa batang kurma itu menangis karena kehilangan dzikir dan nasihat yang dahulu selalu didengarnya dari Rasulullah ﷺ.
Pelajaran Berharga
1. Bukti Kenabian Rasulullah ﷺ
Peristiwa ini merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ﷺ. Sebatang pohon yang tidak memiliki akal dapat menangis karena berpisah dengan beliau. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk mengenal dan memuliakan Rasulullah ﷺ atas izin Allah.
2. Makhluk Pun Bertasbih kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman:
“Tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka.”
(QS. Al-Isra’: 44)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa seluruh makhluk memiliki cara masing-masing dalam beribadah kepada Allah, meskipun manusia tidak dapat memahaminya.
3. Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ
Jika sebatang batang kurma saja menangis karena berpisah dengan Rasulullah ﷺ, maka seorang mukmin seharusnya memiliki kecintaan yang jauh lebih besar kepada beliau.
Kecintaan tersebut dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya, membela ajarannya, memperbanyak shalawat, dan menghidupkan petunjuk beliau dalam kehidupan sehari-hari.
4. Keutamaan Majelis Ilmu dan Dzikir
Batang kurma itu menangis karena kehilangan dzikir yang biasa didengarnya dari Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan betapa agungnya majelis ilmu dan dzikir di sisi Allah. Hati seorang mukmin semestinya juga merasa kehilangan ketika jauh dari majelis ilmu.
Penutup
Kisah batang kurma yang menangis merupakan salah satu mukjizat Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dalam hadits-hadits sahih. Peristiwa ini mengajarkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya dimiliki manusia, tetapi juga oleh makhluk-makhluk Allah yang lain.
Semoga kisah ini semakin menumbuhkan rasa cinta kita kepada Rasulullah ﷺ serta mendorong kita untuk menghidupkan sunnah beliau dalam seluruh aspek kehidupan.
Sumber:
- Shahih Al-Bukhari, Kitab Manaqib, Bab ‘Alamat an-Nubuwwah, Hadits No. 3584.
- Ensiklopedia Hadits Terjemahan dan Penjelasan (IslamHouse/IslamContent): Penjelasan hadits tentang batang kurma yang menangis.