Wasiat-Wasiat Terakhir Rasulullah ﷺ Menjelang Wafatnya

Pada hari-hari terakhir sakit yang beliau alami, Rasulullah ﷺ menyampaikan beberapa wasiat kepada kaum muslimin. Di antara wasiat tersebut adalah agar orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin dikeluarkan dari Jazirah Arab. Beliau juga berwasiat agar kaum muslimin senantiasa menjaga shalat dan berbuat baik kepada hamba sahaya. Selain itu, beliau memerintahkan agar para utusan (delegasi) yang datang diberi penghormatan berupa hadiah sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Rasulullah ﷺ.

Beliau juga berwasiat agar kaum muslimin memberikan perhatian terhadap mimpi yang baik, karena mimpi yang benar merupakan satu-satunya bagian dari kenabian yang masih tersisa.

Rasulullah ﷺ juga memberikan wasiat khusus mengenai kaum Anshar. Hal ini merupakan isyarat yang jelas bahwa mereka tidak akan menjadi khalifah sepeninggal beliau. Di sisi lain, melalui banyak ucapan dan sikap beliau, Rasulullah ﷺ memberikan isyarat tentang keutamaan dan kelayakan Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk menjadi khalifah setelah wafatnya beliau ﷺ.

Selain itu, Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan suatu rahasia kepada Utsman bin Affan. Kemungkinan besar rahasia tersebut berkaitan dengan fitnah besar yang akan terjadi pada akhir masa kekhalifahannya.

Setelah berbagai isyarat tentang dekatnya ajal beliau, Rasulullah ﷺ akhirnya secara terang-terangan memberitahukan kepada putrinya, Fatimah az-Zahra, bahwa beliau akan wafat karena sakit yang sedang dideritanya. Beliau juga mengabarkan bahwa Fatimah akan menjadi anggota keluarganya yang pertama menyusul beliau, serta memberikan kabar gembira bahwa Fatimah akan menjadi penghulu para wanita penghuni surga.

Perlu diketahui bahwa Fatimah رضي الله عنها wafat enam bulan setelah Rasulullah ﷺ wafat, sehingga ia benar-benar menjadi anggota keluarga beliau yang pertama menyusulnya, sebagaimana yang telah beliau kabarkan.

Sumber: Diterjemahkan dari https://islamstory.com/ar/artical/3409714/