Kajian ini mengangkat sisi kehidupan Rasulullah ﷺ sebagai seorang anak yatim, sejak sebelum kelahiran hingga masa kenabiannya, serta hikmah besar yang Allah kehendaki di balik kondisi tersebut. Ustadz Sabiq Muslim, Lc menjelaskan bahwa status yatim Nabi ﷺ bukanlah kekurangan, melainkan bagian dari tarbiyah ilahiyah yang sarat pelajaran keimanan dan keteladanan.
1. Rasulullah ﷺ Terlahir Tanpa Ayah
Rasulullah ﷺ telah ditakdirkan Allah sebagai yatim sejak dalam kandungan. Ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muththalib, wafat sebelum Nabi ﷺ lahir. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal kehidupan, Allah ingin menanamkan kepada umat manusia bahwa kemuliaan Nabi ﷺ tidak bergantung pada nasab, kekayaan, atau perlindungan manusia, melainkan langsung dalam penjagaan Allah ﷻ.
2. Kehilangan Ibu dan Kakek di Usia Dini
Tidak lama setelah diasuh oleh ibunya, Aminah binti Wahb, Rasulullah ﷺ kembali diuji dengan wafatnya sang ibu saat beliau masih kecil. Kemudian, kakek beliau Abdul Muththalib yang sangat menyayangi beliau pun wafat. Ujian bertubi-tubi ini semakin menegaskan bahwa Allah sedang mempersiapkan Nabi ﷺ menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan sepenuhnya bergantung kepada Allah semata.
3. Hikmah Besar di Balik Status Yatim
Ustadz menjelaskan bahwa Allah menjadikan Nabi ﷺ yatim agar tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim bahwa keberhasilan dakwah beliau karena warisan orang tua, kekuasaan keluarga, atau dukungan materi. Semua keberhasilan Rasulullah ﷺ murni karena pertolongan Allah dan kejujuran risalah yang beliau bawa.
4. Kedekatan Rasulullah ﷺ dengan Kaum Lemah
Karena pernah merasakan hidup sebagai yatim, Rasulullah ﷺ memiliki empati yang sangat besar terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa. Hal ini tercermin dalam banyak ajaran Islam yang sangat menekankan pemuliaan anak yatim dan larangan keras menzalimi mereka.
5. Pendidikan Karakter Sejak Kecil
Kehidupan Nabi ﷺ sebagai yatim membentuk karakter:
- Kejujuran
- Kesabaran
- Keteguhan hati
- Tawakal yang sempurna kepada Allah
Semua ini menjadi modal utama dalam mengemban amanah dakwah yang sangat berat di kemudian hari.
6. Pelajaran bagi Umat Islam
Kajian ini menegaskan bahwa:
- Kondisi sulit bukan tanda kehinaan di sisi Allah
- Ujian hidup adalah bagian dari persiapan menuju kemuliaan
- Anak yatim memiliki kedudukan mulia dalam Islam
- Kekuatan sejati seorang mukmin terletak pada keimanannya, bukan pada harta atau status sosial
Penutup
Ustadz Sabiq Muslim, Lc mengingatkan bahwa kisah Rasulullah ﷺ sebagai yatim seharusnya menumbuhkan rasa syukur, empati sosial, serta semangat untuk menolong dan memuliakan anak yatim. Allah ﷻ mampu mengangkat derajat siapa saja yang bersabar dan bertawakal, sebagaimana Dia memuliakan Nabi-Nya yang mulia, Muhammad ﷺ.
| Muhammad Sang Yatim | |
| https://www.youtube.com/watch?v=9oyxiWKSFhs&list=PL122UeWNItEGW-iKmB3UC4_G4SDx5_V7P&index=5 | ![]() |
