Menghidupkan Hati Yang Mati

Penceramah: Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA

Dalam kajian ini dijelaskan bahwa hati adalah pusat keimanan dan penentu baik buruknya amal seorang hamba. Ketika hati hidup, ia akan mudah menerima nasihat, tunduk kepada perintah Allah, dan menjauhi maksiat. Namun sebaliknya, hati dapat menjadi mati akibat dosa yang terus-menerus, lalai dari dzikir, dan jauhnya seseorang dari Al-Qur’an.

Ustadz menjelaskan tanda-tanda hati yang mati, di antaranya tidak tersentuh oleh ayat-ayat Allah, ringan melakukan maksiat, serta berat dalam menjalankan ketaatan. Kajian ini juga memaparkan sebab-sebab matinya hati, seperti cinta dunia yang berlebihan, pergaulan yang buruk, dan menunda taubat.

Sebagai solusi, disampaikan beberapa cara menghidupkan kembali hati, di antaranya memperbanyak dzikir dan istighfar, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, menjaga shalat, menghadiri majelis ilmu, serta memperbanyak mengingat kematian. Dengan upaya tersebut, diharapkan hati kembali hidup, lembut, dan dekat dengan Allah ﷻ.

Baca Juga