Larangan Memaki Angin

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda, 'Janganlah kalian memaki angin. Jika kalian melihat sesuatu yang tidak kalian sukai maka ucapkanlah, 'Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan angin (ribut) ini, kebaikan yang ada di dalamnya dna kebaikan angin dihembuskan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin dihembuskan'," (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [719]).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Hembusan angin adalah rahmat Allah, terkadang mendatangkan rahmat dan terkadang mendatangkan siksa. Apabila kalian merasakannya maka janganlah kalian memakinya, tetapi mintalah kepada Allah kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya," (Shahih, HR Bukhari dalam Adaabul Mufrad [7200]).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, bahwasanya pada zaman Nabi saw. ada selendang seorang laki-laki diterbangkan oleh angin, lalu ia melaknat angin tersebut. Lantas Nabi saw. bersabda, 'Janganlah kalian melaknat angin karena ia berhembus sesuai dengan perintah. Dan sesungguhnya barangsiapa melaknat sesuatu sementara sesuatu tersebut tidak pantas menerimanya maka laknat itu akan kembali pada dirinya sendiri," (Shahih, HR Abu Dawud [4908]).

Kandungan Bab:

  1. Haram hukumnya mencaci atau melaknat angin, sebab angin merupakan sebagian rahmat Allah. Imam asy-Syafi'i berkata, "Tidak seorangpun pantas memiliki angin, sebab ia adalah makhluk Allah Ta'ala yang taat, salah satu dari tentara Allah. Allah menjadikannya sebagai rahmah dan siksaan bagi siapa yang Dia kehendaki."
  2. Angin dan lain-lain merupakan salah satu dari tanda kebesaran Allah yang ada di alam ini. Di dalamnya terkandung kebaikan dan kejelekan yang berhembus sesuau dengan perintah Allah. Oleh karena itu seorang hamba dianjurkan untuk memohon kepada Allah kebaikan angin tersebut, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan tujuan angin dihembuskan. Serta berlindung kepada Allah dari kejahatan angin, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin dihembuskan.

    Diriwayatkan dari Aisyah r.a, ia berkata, "Dahulu jika ingin berhembus Nabi saw. mengucapkan, 'Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ribut ini, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan tujuan angin dihembuskan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan angin dihembuskan'," (HR Muslim [899]).

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 3/310-311.