Jual beli kredit adalah sebuah bentuk transaksi jual beli dengan cara barang tunai ketika akad dan harga barang dibayarkan secara cicilan/berangsur sampai waktu yang telah disepakati bersama antara penjual dan pembeli.
Transaksi jual beli kredit bukanlah transaksi yang baru ada pada zaman sekarang ini, melainkan sudah ada dari zaman Rasulullah ﷺ “Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa nabi pernah membeli gandum dari orang Yahudi dengan cara tidak tunai dan baju perang beliau menjadi rahn (jaminannya)”. (Hr. Bukhari dari dari Aisyah رضي الله عنها)
Dari hadits riwayat Imam Bukhari telah jelas bahwasanya jual beli kredit atau jual beli tidak tunai harga barangnya diperbolehkan oleh syariat.
Namun apa hukumnya ketika si penjual berkata: “Saya jual barang ini dengan harga cash 100.000 dan dengan harga non cash (tidak tunai) 200.000”.
Apakah bentuk akad seperti itu sah atau haram dalam tinjauan syariat?
Transaksi kredit dengan harga yang berbeda dari harga cash dibolehkan syariat, hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنه
لا بأس أن يقول للسلعة: هي بنقد بكذا وبنسيئة بكذا، ولكن لا يفترقا إلا عن رضا
“Tidak masalah seorang pedagang barang itu berkata: jikalau bayar cash (kontan), maka harganya segini dan jikalau bayar barangnya tidak cash, maka harganya segini, akan tetapi tidak boleh penjual dan pembeli berpisah melainkan mereka sudah saling ridho atau sepakat dengan harga yang mana (cash atau non cash)”. (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah IV/307)
Allahu A’lam