Sabar adalah akhlak agung yang selalu melekat pada diri para ulama salaf. Dalam hidup, mereka diuji dengan kesulitan, kemiskinan, pembatasan kekuasaan, dan rintangan dakwah. Namun, satu hal yang membuat mereka tetap tegar adalah kesabaran yang lahir dari keyakinan kepada Allah.
Dalam Hilyatul Awliya’, banyak riwayat yang menggambarkan betapa luar biasanya ketabahan mereka hingga menjadi teladan bagi umat.
Makna Sabar Menurut Ulama Salaf
Hasan al-Bashri berkata: “Sabar adalah salah satu gudang dari gudang-gudang iman. Tidak ada hamba yang diberi karunia lebih baik daripada kesabaran.” (Hilyatul Awliya’)
Al-Fudhail bin Iyadh berkata: “Sabar adalah berdirinya hati di atas perintah Allah.” (Hilyatul Awliya’)
Maknanya: bukan sekadar menahan diri, tapi menetap di atas ketaatan dan tidak goyah, meski kondisi sulit.
Tiga Jenis Sabar yang Dipegang Para Salaf
Para ulama dalam Hilyatul Awliya’ menjelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga:
- Sabar dalam Ketaatan
Tetap mendirikan shalat, tetap berdakwah, tetap membaca Al-Qur’an, meski lelah dan sibuk. - Sabar dari Maksiat
Menahan diri dari dosa, meski syahwat, kesempatan, dan lingkungan mendukungnya.
Sahl ibn Abdullah mengatakan: “Orang yang paling sabar adalah seseorang yang mampu bermaksiat tetapi ia meninggalkannya.” (Hilyatul Awliya’) - Sabar terhadap Takdir
Menerima musibah, kehilangan, kemiskinan, atau gangguan manusia dengan lapang dada.
Kisah Sabar Para Salaf
Dalam Hilyatul Awliya’, diceritakan tentang Imam Ahmad bin Hanbal yang diuji dengan fitnah mihnah (ujian besar akidah), disiksa, dicambuk, namun tetap bersabar.
Beliau berkata: “Kesabaran adalah tameng orang beriman. Anda akan melihat manisnya sabar bila Anda telah berhasil melewatinya.” (Hilyatul Awliya’)
Kisahnya menunjukkan bahwa sabar bukan hanya menahan diri, namun berdiri teguh membela kebenaran.
Buah dari Kesabaran
Menurut ulama salaf, sabar memberikan dampak besar:
- Ketenangan hati
Karena ia percaya pada keputusan Allah. - Ditolong oleh Allah
Hasan al-Bashri berkata: “Barang siapa bersabar, Allah akan membantunya.” (Hilyatul Awliya’) - Derajat yang tinggi di sisi Allah
Para ulama menyebut sabar sebagai mahkota para wali Allah.
Cara Melatih Sabar ala Para Salaf
- Memperkuat keyakinan pada takdir Allah
Karena orang yang yakin, akan mudah menerima. - Mengurangi ekspektasi dunia
Semakin sedikit kita berharap kepada manusia, semakin lapang hati kita. - Memaksa diri saat awal musibah
Karena inti sabar adalah saat pertama kali musibah menimpa. - Banyak berzikir dan membaca Al-Qur’an
Karena hati yang hidup lebih kuat menghadapi ujian.
Pelajaran untuk Kita Hari Ini
- Hidup tidak lepas dari ujian.
- Sabar bukan pasif, tapi aktif menjaga diri di atas ketaatan.
- Para salaf bersabar bukan karena tidak punya pilihan, tetapi karena keyakinan mereka lebih kuat dari rasa takut.
Penutup
Para salaf mengajarkan bahwa sabar adalah kekuatan seorang mukmin. Bukan berarti tidak merasakan sakit, tetapi tetap teguh karena Allah. Orang yang sabar bukan yang tidak menangis, tetapi yang tetap istiqamah meski hatinya terluka.
Sumber: Hilyatul Awliya’ – Abu Nu’aim Al-Ashfahani