Menyembuhkan Hati yang Gundah

Setiap manusia pernah merasa gundah — kehilangan arah, cemas, atau merasa kosong tanpa sebab.
Ibn Al-Jawzi mengalami hal itu juga. Namun, beliau menemukan obat hati yang paling mujarab: Al-Qur’an dan tafakkur (merenung).

Isi Renungan Ibn Al-Jawzi

“Ketika dadaku terasa sempit dan pikiranku kusut, aku segera membuka mushaf. Maka seolah-olah Allah berbicara langsung kepadaku. Hatiku menjadi tenang, dan kegelisahan itu sirna.” (Ṣaid al-Khāṭir, hal. 201)

Beliau menjelaskan bahwa penyakit hati bukan karena kurangnya harta atau kedudukan, melainkan karena jauh dari cahaya wahyu. Semakin lama seseorang meninggalkan Al-Qur’an, semakin besar kekosongan di dalam dirinya.

Menurut Ibn Al-Jawzi, membaca Al-Qur’an bukan hanya mencari pahala, tetapi mendengarkan nasihat langsung dari Allah. Setiap ayat adalah obat — tapi hanya bagi hati yang mau menerima.

Refleksi untuk Pembaca

Kadang kita mencari ketenangan lewat hiburan, media sosial, atau pelarian duniawi.
Namun, Ibn al-Jawzi mengingatkan bahwa ketenangan bukan ditemukan, tapi diturunkan dan ia hanya turun kepada hati yang mengingat Allah.

Cobalah saat gundah datang:

  1. Wudhu dan duduklah tenang.
  2. Buka mushaf, baca perlahan.
  3. Rasakan bahwa Allah sedang berbicara denganmu.

Maka kamu akan mengerti, bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menyembuhkan.

Penutup

Ibn Al-Jawzi menulis: “Aku tidak mengetahui obat yang lebih ampuh bagi hati selain membaca Al-Qur’an dengan merenungi maknanya.” (Ṣaid al-Khāṭir, hal. 201)

Jangan biarkan hatimu kelaparan sementara Al-Qur’an ada di dekatmu.
Karena jiwa yang tidak dihidupi oleh wahyu, akan terus merasa gersang meski dunia di genggaman.

Sumber: Ibn Al-Jawzi, Ṣaid al-Khāṭir, Dār al-Ma‘rifah, Beirut, hal. 201.