Memilih Ilmu, Guru, dan Teman (Pelajaran dari Bab 2 Kitab Ta’limul Muta’allim)

Dalam perjalanan menuntut ilmu, Syekh Az-Zarnuji menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh pemilihan ilmu, guru, dan teman.

Beliau berkata: “Barang siapa menuntut ilmu tanpa bimbingan guru, maka ia akan tersesat dari jalan yang benar.” — (Ta’limul Muta’allim, Bab II)

1. Memilih Ilmu yang Bermanfaat
Tidak semua ilmu memiliki nilai yang sama. Az-Zarnuji menganjurkan agar seseorang mempelajari ilmu yang bermanfaat bagi agama dan kehidupan, seperti ilmu syariat, akhlak, dan keterampilan yang membawa maslahat.
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan dari kesombongan.
“Pelajarilah ilmu yang paling engkau butuhkan dalam agamamu, dan yang akan menuntunmu kepada amal.”
Pelajaran: Jangan sekadar belajar karena tren, tapi karena kebutuhan hati dan tanggung jawab iman.

2. Memilih Guru yang Saleh dan Berilmu
Guru bukan hanya pemberi informasi, tetapi penunjuk jalan menuju kebijaksanaan.
Syekh Az-Zarnuji menasihati agar memilih guru yang alim, warak (berhati-hati dalam agama), dan rendah hati.
Karena ilmu bukan sekadar kata-kata, tapi cahaya yang Allah tanamkan di hati guru saleh, lalu diteruskan kepada murid yang ikhlas.
“Ambillah ilmu dari guru yang berakhlak baik, karena akhlaknya akan menular padamu.”
Pelajaran: Ilmu yang disampaikan dengan hati bersih akan masuk ke hati dengan mudah.

3. Memilih Teman yang Baik
Az-Zarnuji juga mengingatkan agar berhati-hati dalam berteman.
Teman belajar yang buruk bisa merusak niat, melemahkan semangat, bahkan menjerumuskan pada kesia-siaan.
Beliau berkata: “Bertemanlah dengan orang yang semangat dalam belajar dan berakhlak baik. Jauhilah teman yang malas dan banyak bicara sia-sia.”
Pelajaran: Lingkungan yang baik adalah pupuk bagi tumbuhnya ilmu.

Penutup: Belajar dalam Lingkungan yang Berkah
Menuntut ilmu adalah perjalanan panjang. Agar langkah tidak salah arah, penuntut ilmu perlu berhati-hati memilih apa yang dipelajari, siapa yang membimbingnya, dan dengan siapa ia berjalan.
Belajar bersama guru dan teman yang baik akan menghadirkan keberkahan — bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. 🌿

Sumber: Az-Zarnuji, Ta’limul Muta’allim Thariq at-Ta’allum, Bab 2: Fi Ikhtiyari al-‘Ilmi wa al-Ustadz wa al-Rafiq, Dar al-Fikr, Beirut.