Setelah menekankan pentingnya niat dan pemilihan guru, Syekh Az-Zarnuji pada bab ketiga membahas tentang adab terhadap ilmu dan guru.
Menurut beliau, ilmu tidak akan menetap di hati yang tidak menghormatinya, dan keberkahan ilmu akan hilang jika murid tidak beradab kepada gurunya.
“Dengan adab, seseorang akan mulia; dengan ilmu, ia akan sempurna.”— Ta’limul Muta’allim, Bab III
1. Ilmu Adalah Cahaya, Bukan Sekadar Informasi
Az-Zarnuji menjelaskan bahwa ilmu itu nur (cahaya), dan cahaya itu tidak akan masuk ke hati yang gelap oleh kesombongan dan kurang adab.
Seorang murid tidak cukup hanya mendengar dan mencatat, tapi harus menghormati ilmu dengan hati yang tunduk dan hormat. Ilmu bukan hanya apa yang kita pelajari, tapi juga bagaimana kita memperlakukan guru dan ilmu itu sendiri.
Pelajaran: Tanpa adab, ilmu hanyalah hafalan; dengan adab, ilmu menjadi cahaya yang menuntun hidup.
2. Adab terhadap Guru
Syekh Az-Zarnuji memberi banyak nasihat tentang bagaimana murid beradab kepada guru, di antaranya:
- Jangan duduk lebih tinggi dari guru.
- Jangan berjalan di depannya tanpa izin.
- Dengarkan perkataannya dengan hormat.
- Jangan mendebatnya dengan nada keras.
- Doakan guru dalam setiap kesempatan.
“Seorang murid tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan menghormati gurunya.”— Ta’limul Muta’allim
Menghormati guru berarti menghormati ilmu yang ia bawa, dan menghormati ilmu berarti menghormati Allah yang memberi cahaya itu.
3. Menghormati Kitab dan Majelis Ilmu
Selain kepada guru, Az-Zarnuji juga menekankan agar murid menjaga kehormatan kitab dan tempat belajar.
- Jangan meletakkan kitab di lantai tanpa alas.
- Jangan menyentuhnya tanpa wudhu.
- Datang ke majelis ilmu dalam keadaan bersih dan rapi.
Adab ini bukan sekadar simbol, tapi wujud penghormatan terhadap ilmu yang membawa keberkahan hidup.
Pelajaran: Ilmu adalah amanah suci. Barang siapa menjaganya dengan adab, Allah akan menjaganya dengan keberkahan.
Penutup: Adab Sebelum Ilmu
Syekh Az-Zarnuji ingin menanamkan kesadaran bahwa adab adalah jalan menuju pemahaman yang sejati. Ilmu bisa dicari dengan membaca, tetapi keberkahan hanya datang dengan menghormati.
Maka janganlah kita merasa lebih tinggi dari guru, sebab dari tangan dan doanyalah Allah membuka pintu pemahaman.
Seperti kata pepatah ulama: “Barang siapa kehilangan adab, maka hilanglah keberkahannya.”
Sumber: Az-Zarnuji, Ta’limul Muta’allim Thariq at-Ta’allum, Bab 3: Fi Ta’zhimi al-‘Ilmi wa Ahlihi, Dar al-Fikr, Beirut.