Pemerintah Qatar Siap Kembangkan Masjid Wakaf

ImageAlislamu.com — Wakil Kementrian Wakaf Pemerintah Qatar, Muhammad Bin Hadad Al Khowari, bersyukur bisa hadir dalam peresmian masjid Masjid Raya Al Muttaqun dan Islamic Centre Asy Syaihul Jasim Bin Muhammad Alistani di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pada kesempatan itu, ia menyatakan kesiapannya memberikan dukungan sekuat tenaga untuk memajukan masjid yang dibangun di atas tanah wakaf itu.

”Sungguh ini suatu fitrah sebagai orang muslim untuk saling membahu dalam menyebarkan dakwah,” kata dia dalam Bahasa Arab, pada seremoni peresmian, (13/3). Ia mencuplik sebuah hadis Rasul yang mengingatkan tanda-tanda akan datangnya hari akhir. Yakni, ada sebuah masjid megah tapi sepi dari kegiatan keagamaan. ”Ini sungguh menakutkan kita semua”. Tapi, kita membangun masjid megah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memakmurkan dalam segala kegiatan Islamiyah.

Pada kesempatan itu, Mendagri Mardiyanto mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan masjid dan Islamic center tersebut. Turut hadir pula Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Pimpinan Persatuan Ulama Dunia, Dr Wahid Hasan Khalif Hasan Hindawi, Dirjen BInasos Depsos, Dr Gunawan Somadiningrat, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Bupati Klaten, Sunarno, dan sejumlah ulama setempat.

Beragam “tafsir” tentang berdirinya kembali masjid Al Muttaqun. Petinggi yang hadir, dan dalam menyampaikan kata sambutanpun memberi penafsiran sendiri-sendiri. Gubernur Bibit Waluyo, misalnya, menyatakan, pembangunan kembali masjid ini mewujudkan kearifan lokal — dengan berbasis sosial-budaya. “Ini selaras dengan konsep pembangunan Jawa Tengah ‘Bali Deso Bangun Deso’,” katanya.

Keberadaan masjid yang berdiri megah berdampingan dengan Candi Prambanan ini, untuk meningkatkan kesadaran umat islam untuk membangun keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat. Ini merupakan pembangun sendi-sendi perikehidupan berbudaya, bermasyarakat dan berbangsa. Hal ini merupakan modal utama untuk membangun ditengah keberagaman.

Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR yang juga Ketua Dewan Pembina Masjid Raya AL Muttaqun dan Islamic Centre Asy Jasim Bin Muhammad Alitsani, mengatakan, ”dalam membangun kembali masjid ini merupakan obsesi konsep ‘bali deso bangun deso”. Tekad membangun kembali yang rusak akibat gempa bumi tektonik 27 Mei 2006, kata dia, diilhami mitos ceritera kisah Bandung Bodowoso membangun Candi Seribu dalam tempo semalam.

Ia ”menantang” arsitek dan sipil Islam untuk mewujudkan pembangunan kembali Masjid AL Muttaqun. Dr Budi Faisal, insinyur sipil asal Kota Bandung dan Ir Robi, insinyur sipil asal Kota Bodowoso, yang mengotaki pembangunan masjid yang menelan dana sekitar Rp 14 miliar ini. Dan, ternyata semanat mitos Bandung Bodowoso, mampu mewujudkan masjid dengan multi corak arsitektur tersebut.

Dan lanjut dia, arsitek yang diambil mengadopsi masjid-masjid bersejarah di tanah air. Sebagian, mengadopsi masjid Keraton Kasunanan Surakarta, masjid Kasultanan Yogyakarta, masjid Walisongo Demak. Demikian juga, menara kembar dan pintu gerbang masjid Cordova Spanyol. Sebagian, mencuplik arsitek masjid Makah dan Madinah.

Ia juga berpikir ke belakang, ”Islam berkembang di tanah Jawa disebarkan para Wali Songo. Kenapa Islam masuk sampai ke Klaten juga. Dan. ternyata dibawa oleh Kiai Ageng Gribig (makam dio Jatinom) dan Sunan Pandanarang atau Sunan Bayat (makam di Kecamatan Bayat).

Jadi, kehadiran masjid ini merupakan momen untuk menengok sejarah ke belakang. Kemudian, untuik melanjutkan perjuangan sejarah untuk melakukan dakwah islamiyah. Oleh karena itu, silahkan (monggo) siapapun juga boleh memakmurkan masjid ini demi ukhuwah islamiyah. Sekarang, tidak saatnya ini untuk melempar fitnah yang kurang produktif.

Mendagri, Mardiyanto, mengatakan, membangun masjid tidak hanya untuk salat semata. Tapi, juga untuk mengendalikan kehidupan sosial kemasyarakatan. Masjid merupakan tempat untuk musyawarah, juga untuk menuntut hak keadilan. Sehingga akan tercipta pengembangan syariat islam, dan menciptakan manusia berakhlak. (rpb/fani)