Apakah Disunnahkan Untuk Berpuasa Penuh Pada Bulan Sya’ban

Disunnahkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Terdapat riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, ia berkata,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلا أَنَّهُ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ

“Tidak pernah aku melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali pada Sya’ban dan Ramadhan.” (Hadits riwayat Ahmad, no. 26022 dan Ibnu Majah, no. 1648)

Sedangkan dalam riwayat Abu Daud disebutkan, dari Ummu Salamah beliau berkata,

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنْ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلا شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

“Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam satu tahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (Hadits riwayat Abu Daud, no. 2048. Dishahihkan oleh Al-Albany)

Dari yang nampak dari kedua hadits tersebut bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. Akan tetapi terdapat riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak perpuasa penuh pada bulan Sya’ban, hanya saja beliau pada bulan tersebut memang lebih banyak berpuasa daripada tidak berpuasa.

Diriwayatkan dari Abu Salamah, dia bertanya kepada Ummul Mukminin A’isyah radhiallahu anha tentang puasa Nabi Muhamamd Shallallahu alaihi wa sallam. Maka beliau berkata,

 كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ صَامَ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَفْطَرَ، وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلا قَلِيلا

“Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sering berpuasa hingga kami mengira bahwa beliau akan puasa seterusnya. Dan beliau sering berbuka (tidak puasa) sehingga kami mengira beliau akan berbuka (tidak puasa) terus-menerus. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa terus sebulan penuh kecuali Ramadlan. Dan aku juga tidak pernah melihat beliau puasa sunnah dalam sebulan yang lebih banyak dariada puasanya di bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada bulan Sya’ban hingga sisa harinya tinggal sedikit.” (Hadits riwayat Muslim, no. 1156)

Para ulama berbeda pendapat dalam mengkompromikan antara dua hadits tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa perbedaan tersebut hanya dalam masalah waktu. Pada sebagian tahun, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. Dan pada sebagian tahun yang lain, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa dan hanya menyisakan sedikit hari (beliau tidak berpuasa). (Majmu Fatawa Syekh Ibnu Baz, 15/416)

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan. Sementara hadits Ummu Salamah maksudnya adalah berpuasa pada bulan Sya’ban kecuali sedikit (yang tidak berpuasa). Mereka mengatakan bahwa dari sisi bahasa kalau seseorang sering berpuasa, dibolehkan mengatakan berpuasa sebulan penuh.

Al-Hafiz berkata: “Sesungguhnya hadits Aisyah menjelaskan bahwa maksud dari hadits Ummu Salamah, bahwa Beliau shallallahu alaihi wa sallam tidak berpuasa sebulan penuh kecuali Sya’ban bersambung dengan Ramadhan. Yakni bahwa beliau lebih banyak berpuasanya.” At-Tirmizi mengutip dari Ibnu Mubarak sesungguhnya beliau berkata, “Dalam bahasa Arab dibolehkan mengatakan telah berpuasa sebulan penuh bagi orang yang berpuasa pada sebagian besar hari dalam satu bulan tersebut.”

As-Sindy berkata dalam menjelaskan hadits Ummu Salamah, “Teks ‘Melanjutkan (puasa) Sya’ban ke Ramadhan’  yakni berpuasa di kedua bulan. Yang tampak dari teks tersebut adalah berpuasa Sya’ban sebulan penuh. Akan tetapi terdapat riwayat yang menunjukkan sebaliknya. Oleh karena itu dipahami bahwa beliau berpuasa pada sebagian besar harinya, sehingga seakan-akan beliau berpuasa penuh dan bersambung ke bulan Ramadhan.”

Wallahu A’lam Bish Shawab

Sumber: https://islamqa.info/ar/answers/13729/ هل-يستحب-صيام-شعبان-كاملا