Serupa Dengan Yahudi Dan Nasrani

Merupakan syarat di terimanya suatu amalan adalah berdasarkan ilmu. Bila seorang beramal shalih tanpa ilmu yang dia miliki maka amalan itu akan tertolak dan jauh dari tuntunan syari’ah.

Maka menuntut ilmu agama agar dia bisa beramal dengan ilmunya hukumnya adalah fardu ‘ain. Karena jika dia jahil maka semua amalan-amalan yang dia lakukaan tapi tanpa ilmu akan di pertanggung jawabkkan di hadapan Allah Aza wa Jalla.

Asy Syaikh Al ‘Allamah ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman Al-Jabiri حفظه اللّٰهُ ورعاه mengatakan :

وإذا تخلف عن العلم العمل كان العلم حجة على العبد وكان الإنسان شبيهاً بالمغضوب عليهم وهم اليهود سموا : مغضوباً عليهم “لأنهم لم يعملوا بعلمهم

“Apabila amal menyelisihi ilmu maka ilmu akan menghujat hamba tersebut dan insan tersebut menjadi serupa dengan orang-orang yang dimurkai yaitu kaum yahudi. Mereka dinamakan sebagai orang-orang yang dimurkai karena mereka tidak mengamalkan ilmu mereka.”

وإن كان عمل بدون علم كان الجهل والتخبط بالعبادة فأصبح الإنسان شبيهاً بالنصارى لأنهم يعبدون الله على جهل وضلال 

“Dan jika amal tanpa dasar ilmu maka itu adalah suatu kebodohan dan asal-asalan dalam beribadah. Sehingga jadilah insan tersebut serupa dengan kaum nashrani, karena mereka beribadah kepada Allah di atas kebodohan dan kesesatan.”

 

 

Sumber:  Ithaf Al-‘Uqul Bi Syarhi Ats-Tsalatsah Al-Ushul oleh Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman Al-Jabiri