Agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik Dan Mulia Di Matamu

Istri Shalehah yang telah Allah anugerahkan kepada kita merupakan perhiasan paling indah di dunia yang Fana ini.

Nabi -صلى الله عليه و سلم- bersabda:

“الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ”

“Dunia ini merupakan perhiasan yang sementara, dan sebaik-sebaik perhiasan dunia adalah Wanita Shalehah” [HR Imam Muslim]

Allah Ta’ala Berfirman:

“و عاشرواهن بالمعروف”

Artinya:
“Dan bergaullah dengan mereka (istri2 kalian) dwngan cara yang ma’ ruf (patut)”. [QS: An-Nisa: 19]

Dan Nabi bersabada:

“اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

“Saling berwasiatlah tentang para wanita dengan kebaikan. karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. jika kamu mencoba (paksa) untuk meluruskannya maka dia akan patah, namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu saling berwasiatlah sesama kalian terhadap para wanita dengan kebaikan”. [HR Imam Bukhori  dan Imam Muslim]

Berkata Imam An-Nawawi -رحمه الله-:

“فيه الحث على الرفق بالنساء والإحسان إليهن والصبر على عوج أخلاقهن، واحتمال ضعف عقولهن وكراهة طلاقهن بلا سبب، وأنه لا مطمع في استقامتهن”

“Pada hadits tersebut ada anjuran agar (kaum lelaki) berlemah-lembut dan berbuat baik kepada kaum wanita, serta bersabar atas kekurangan akhlak mereka,dan bersabar atas kurangnya akal mereka. Janganlah menceraikan mereka tanpa sebab(syar’i) dan agar tidak tergesa-gesa dalam meluruskan mereka” [ Al-Minhaj Syarh shahih Muslim, karya Nawawi]

Beranjak dari ayat dan hadits di atas, saya ingin mencoba untuk menyebutkan beberapa hal agar istri kita selalu terlihat “Cantik dan Mulia” di mata kita kaum Suami.

Berikut ini beberapa rangkaiannya dengan ringkas :

1.Bersyukur kepada Allah atas Nikmat Istri yang telah Allah berikan kepadamu.

“وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ”

“Dan ingatlah , tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [QS. 14:7]

Betapa banyak lelaki di luar sana yang sampai hari ini belum Allah anugrahkan kepada mereka seorang istri yang mendampingi, menyejukkan, dan membuat mereka tentram dunia ini. Karena yang namanya Nikmat itu sekecil apapun harus di syukuri.

2.Menundukkan pandangan mata dari Wanita lain yang haram di lihat.

Allah Ta’ala berfirman :

“قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون(30)وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن”

Artinya :
” Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya” [QS An-Nur Ayat 30-31].

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ”

Artinya :
“janganlah engkau ikutkan pandangan pertama dengan pandangan yang lain (berikutnya), sesungguhnya bagimu pandangan yang pertama tidak pandangan yang lainnya (berikutnya).” [HR Imam Abu Daud dan Imam Tirmizi]

Berkata Al-Imam Ibnul Qoyyim-رحمه الله – :

“والنظر أصل عامة الحوادث التي تصيب الإنسان، فإن النظرة تولد خطرة، ثم تولد الخطرة فكرة، ثم تولد الفكرة شهوة، ثم تولد الشهوة إرادة، ثم تقوى فتصير عزيمة جازمة، فيقع الفعل، ولا بد، ما لم يمنع منه مانع”

Artinya :
“Dan pandangan itu merupakan sumber segala maksiat menimpa seorang insan. Karena dari pandangan akan lahir bisikan jiwa, karena bisikan jiwa lahirnya pikiran, dari sebuah pikiran akan lahirnya Syahwat, kemudian dari syahwat menjadi sebuah keinginan, kemudian keinginan tersebut menguat sehingga menjadi sebuah tekad, dan tatkala sudah menjadi sebuah tekad, Maka pasti dia akan melakukannya selama tidak ada yang menghalanginya.

Berkata Penyair Arab:

كل الحوادث مبداها من النظر,
ومعظم النار من مستصغر الشرر،
كم نظرة بلغت من قلب صاحبها،
كمبلغ السهم بين القوس والوتر .

Artinya:
“Seluruh maksiat itu bersumber dari pandangan, Dan mayoritas penghuni api neraka itu adalah mereka yang suka meremehkan dosa, Sungguh betapa banyak kerusakan di buat oleh pandangan terhadap sebuah hati, sebagaimana kerusakan yang di timbulkan anak panah yang keluar dari busurnya”. [Addaau Waddwa’, karya Ibnu Qoyyim].

Dan sebagian Ulama Menyatakan :

“الصبر عن محارم الله أيسر من الصبر على عذابه”

“Sesungguhnya bersabar menahan diri dari bermaksiat kepada Allah itu lebih ringan daripada bersabar dari ‘azab Allah”

Maka setiap kali engkau memandang yang haram, hendaknya setiap itulah engkau bayangkan akan’ azab api neraka.
Satu hari di dalamnya bagaikan lima puluh ribu tahun di dunia !
Mampu kah engkau menahannya ?.

Sebenarnya suka memandang pandangan yang di haramkan Allah dan Rasul-Nya adalah hanya menyiksa dirinya sendiri.
karena dia tidak akan mampu melampiaskan syahwat nya terhadap setiap apa yang dia pandang.

Oleh karena itu, sebagian Ulama berkata:

“الصبر على غض البصر أيسر من الصبر على ألم ما بعده “

“Sungguh bersabar menahan pandangan itu lebih mudah/ringan daripada bersabar menahan syahwat setelah memandang

3.Mengingat akan kebaikan istri tatkala muncul darinya kekurangan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ”

Artinya :
“Janganlah seorang Mukmin(suami) membenci wanita Mukminah(istrinya) , jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain.” [HR Imam Muslim]

4.Introspeksi kekurangan diri sendiri.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“يبصر أحدكم القذى في عين أخيه، وينسى الجِذْعَ في عينه”

Artinya :
“Terkadang diantara kalian itu bisa melihat kotoran kecil di mata saudaranya, Namun(sangat di sayangkan, pent) dia lupa akan batang pohon di depan matanya(kotoran yg lebih besar di matanya) ”

Berkata Penyair Arab:

Sungguh buruk perangai seorang Insan, lupa akan kekurangannya,
Namun selalu ingat akan kekurangan saudaranya yang tertanam,
Kalaulah ia berakal, tentu tidak akan merendahkan orang lain dengan suatu kekurangan, Sedangkan pada dirinya banyak kekurangan, Andainya ia berpikir, sungguh telah cukup.

Kalaulah kita mau jujur, Maka sungguh kebaikan atau kesempurnaan istri kita itu mungkin lebih banyak dari kekurangan atau kekhilafahannya. Dan andainya seorang suami inshaf dalam menilai dirinya, niscaya dia akan mendapatkan kekurangan dan khilafahannya tidak kalah banyak atau sering ketimbang kekurangan dan kekhilafahan Istrinya.

5.Melihat kepada orang di bawahmu dalam kesempurnaan Istrinya.

Karena Nabi bersabda:

“انظروا إلى من هو أسفل منكم و لا تنظروا إلى من هو فوقكم ذالك أجدر ألا تزدروا نعمة الله عليكم

Artinya:
” (dalam perkara dunia,pent) Lihatlah kepada yang di bawah kalian, dan janganlah melihat kepada yang di atas kalian, agar kalian tidak merendahkan nikmat Allah atas kalian”.

Kalau engkau mau melihat kepada orang di sekitarmu, maka niscaya engkau akan mendapati lelaki2 yang mungkin lebih sempurna darimu baik dari sisi dunia ataukah agamanya, namun tidaklah istri dia lebih sempurna daripada istrimu.

6.Tidak menilainya dari sisi dunawi saja.

Jadikanlah kelebihan dari sisi agama sesuatu yang utama dan pertama dalam menilai atau memandang mulia atau tidaknya istrimu.

Bisa jadi wanita yang engkau pandang di luar sana yang lebih cantik dan sempurna di matamu daripada istrimu, namun tidaklah sebaik istrimu dari sisi ketaatan kepada Allah, ilmu agama, dan akhlaknya.
Perkara akhirat itu tidak akan pernah dapat di bandingkan dengan perkara dunia.