Mengemban Ilmu Syariat Adalah Tanggung Besar

قال العلامة الإمام المحدث ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله 

«فحمل العلم مسئولية عظيمة ليست للاسترزاق في الدنيا وكسب المعاش والحصول على الوظائف، إنما أنت قد تَحَملْتَ وراثة الأنبياء

“Al-‘Allamah al-Imam al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah :

“Mengemban ilmu (syari’at) merupakan tanggung jawab besar. Bukan untuk mencari rizki di dunia, mencari penghidupan, atau mendapatkan pekerjaan. Namun engkau mengemban warisan para nabi. Maka wajib atasmu untuk menggantikan para nabi dalam tugas ini.

فوجب عليك أن تخلف الأنبياء في هذه الوظيفة، فتنهض صادعاً بها، ناصحاً لله -تبارك وتعالى- ولرسوله ﷺ ولخاصة المسلمين وعامتهم وفي حديث 

(من غشنا فليس منا)

“Bangkitlah tampil membawa tugas ini, tulus memberikan terbaik untuk Allah, juga untuk Rasul-Nya, untuk kalangan khusus kaum muslimin, dan untuk keumuman mereka. Dalam hadits :

“Barangsiapa yang tidak tulus (menipu/curang/khianat) terhadap kami maka dia bukan golongan kami.”

Da’wah Ilallah merupakan tanggung jawab setiap muslim. Tidak harus menjadi ulama untuk mengajak orang berbuat kebaikan, untuk beramar ma’ruf dan beramal shalih. Akan tetapi untuk membawa umat yang besar ini kepada sirathul mustaqim (jalan yang lurus) harus syarat-syarat menjadi ulama’ harus bisa terpenuhi karna tidak mungkin umat ini akan paham terhadap syariat islam kalau da’i tidak memiliki kapasitas ilmu yang mumpuni.

 

Sumber: Al-Majmu’ oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali