Sudah Selayaknya Kita Menangis

قــال الحافظ ابن رجب رحمہ الله تعالـﮯ 
قــال الحـسن

« فالعـبد يـذنب ، ثـم يتـوب ، ويستغـفر يغـفر لـه ، ولكـن لا يمـحاه مـن كـتابه دون أن يقـفه عـليه ،ثـم يـسأله عـنه،

“Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata :

Al Hasan berkata :

“Seorang hamba berbuat dosa lalu dia bertaubat dan minta ampun, maka Allah ta’ala pun mengampuninya. Akan tetapi Allah ta’ala tidak menghapus dosa tersebut dari catatan amalnya sebelum hamba tersebut menghadap Allah ta’ala dan Allah akan minta pertanggung jawaban dari dosa tersebut.”

ثـم بكـى الحـسن بكـاء شـديدا وقـال 

ولـو لـم نـبك إلا لـلحياء مـن ذلـك المـقام ، لكـان ينـبغي لـنا أن نبـكي 

“Serta merta Al Hasan rahimahullah menangis sejadi-jadinya, lalu dia berkata :

“Seandainya kita tidak menangis kecuali karena malu (kepada-Nya) pada situasi itu, tentu sudah sepantasnya bagi kita untuk menangis”.(Jami’ul Ulumu wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hambali)

Menangisi dosa yang telah di perbuat di masa lalu adalah perbuatan baik. Artinya seorang hamba masih sadar bahwa dosa-dosa itu akan di mintai pertanggung jawaban oleh Allah kelak di akhirat.

Pada hari kiamat nanti manusia pun akan di hadapkan dengan suatu hari dimana pada hari itu semua amalan manusia akan di timbang baik amal baik ataupun amal buruk.

Ketika yang lebih berat dari timbangan amalnya adalah amalan kebaikannya maka ia berada pada kehidupan yang memuaskan.

Allah berfirman

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya.” (Al-Qari’ah: 6)

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

“Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.” (Al-Qari’ah: 7)

Dan adapun orang yang timbangannya lebih berat keburukannya maka dia tempatnya adalah neraka Hawiyah. Allah berfirman

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

“Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya.” (Al-Qari’ah: 8)

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

“Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” (Al-Qari’ah: 9)

Maka dari itu sudah selayaknya seorang meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya, lebih giat amal sholihnya dan tidak lupa untuk selalu menangisi dosa-dosanya memohon ampun kepada Allah agar di selamatkan dari api neraka yang bergejolak.