Mensos Libanon: Rezim Assad Membasmi Etnis Muslim Suriah

Hidayatullah.com—Pejabat menteri sosial Libanon Wael Abu Faour mengatakan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad sedang melakukan pembersihan etnis Muslim (Sunni) di Suriah dan sengaja mendorong para pengungsi Suriah masuk ke Libanon.

Assad, yang meneruskan jabatan ayahnya Hafez al-Assad sebagai presiden dan keduanya telah memerintah selama lebih dari 40 tahun, sedang membantai rakyat Muslim Suriah. Assad sendiri merupakan seorang penganut Syiah sekte Alawi.

Kepada Reuters hari Selasa (18/6/2013) Faour mengatakan, selama 27 bulan konflik di Suriah, rezim Assad melakukan pembantaian yang setara dengan pembersihan etnis di daerah perbatasan Suriah-Libanon.

“Assad berupaya mengusir semua (Muslim) Sunni ke Libanon dan itu mengapa saya melihat akan ada banyak lagi orang kehilangan tempat tinggal,” kata Faour.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporannya belum lama ini menyebutkan bahwa lebih dari 93.000 orang sudah terbunuh dalam konflik berdarah di Suriah, sementara 1,6 juta orang mengungsi ke luar Suriah. Libanon, negara terkecil di antara tetangga-tetangga Suriah yang berpenduduk 4 juta jiwa, terpaksa menampung lebih dari setengah juta pengungsi Suriah.

Menurut Faour, apa yang terjadi sekarang ini adalah bukan pengungsian akibat menghindari kekerasan, melainkan orang berbondong-bondong pergi meninggalkan negaranya karena masalah sektarian dan masalah politik.*