Pembunuhan Beruntun Sejumlah Tokoh Muslim Nepal

KATHMANDU, muslimdaily.net – Seorang anggota parlemen Muslim ditemukan tewas dibunuh pada Selasa pagi (21/05). Sadrul Miya Haque (55) merupakan anggota Majelis Konstituante Muslim di Nepal. Dia ditemukan tewas digorok di rumahnya.

Polisi setempat mengatakan bahwa anggota Majelis Konstitusi ini tewas digorok oleh penyerang yang belum diketahui identitasnya. Menurut seorang anggota Biro Investigasi, Kresh Bahadur Shahi mengungkapkan, “Untuk saat ini, kami tidak berpikir bahwa pembunuhan itu terkait alasan moneter.” ‚ÄúTapi kami berpikir pembunuh merupakan seorang yang dikenal korban.” imbuhnya.

Pembunuhan sadis ini memicu kemarahan dan protes dari Komunitas Muslim di Negara yang mayoritas penduduknya Hindu. Pemrotes meminta pemerintah menyelidiki pembunuhan ini dengan serius dan menyeret pelakunya ke pengadilan.

Pasalnya pembunuhan serupa telah terjadi berulang kali. Dimana target pembunuhan adalah Muslim yang memiliki pengaruh di Negara Sekuler tersebut.
“Tampaknya setiap kali seorang Muslim menjadi populer atau mencapai posisi tinggi di Negara ini. Maka nasib mereka akan berakhir pada pembunuhan,” ungkap Mohammad Nizamuddin, Wakil ketua Asosiasi Muslim Nepal (Muslim Association of Nepal) (22/05).

NMAA (The National Muslim Agitation Alliance) pada Selasa (21/05) mengutuk keras atas pembunuhan yang terjadi pada salah seorang koordinator NMAA tersebut.
NMAA mengungkapkan bahwa, “Pembunuhan beruntun terencana terhadap tokoh-tokoh Muslim Nepal ini membuat ‘shock’ masyarakat.”

Para pemimpin Muslim di Nepal mengatakan bahwa Muslim Nepal mendapat imbas dari konflik yang terjadi antara Muslim Pakistan dengan Hindu di India.
“Muslim Nepal membayar harga konflik antara India dan Pakistan,” kata Nizamuddin.

Pembunuhan serupa terhadap Muslim di Nepal telah terjadi berulang kali. Setidaknya dalam beberapa kurun waktu terakhir telah terjadi beberapa pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Muslim sentral di sana.

Sebelumnya Faizel Ahmed, seorang Sekjen dari Islamic Sangh Nepal. Dibunuh di siang bolong di jantung ibukota. Insiden ini diikuti oleh pembunuhan seorang tokoh pengusaha media, Jamim Shah.

Namun pihak kepolisian setempat menolak menghubungkan rangkaian pembunuhan tersebut. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pembunuhan Mr. Haque dengan pembunuhan sebelumnya,” terang pihak kepolisian setempat.