Pengungsi Suriah Menghadapi Masalah Administrasi

LEBANON, muslimdaily.net, – Konflik yang terjadi di Suriah telah mengakibatkan ribuan bahkan hingga ratusan ribu penduduk Suriah mengungsi ke sejumlah negara tetangga seperti Turki, Lebanon, dan Yordania. Tak sedikit diantara mereka adalah para ibu hamil.

Banyak orang tua yang menjadi pengungsi menghadapi beberapa tantangan karena mereka tidak bisa mencatatkan kelahiran anak-anak mereka. Sebagian besar pengungsi Suriah di Lebanon menolak untuk pergi ke Kedutaan Besar Suriah karena faktor keamanan, demikian pemberitaan alarabiya.net, Rabu 16 Januari.

Umm Hamza seperti banyak ibu pengungsi Suriah di Lebanon mengkhawatirkan nasib anak yang tengah dikandungnya. Dia bilang dia tidak ingin anaknya untuk menghadapi apa yang bayi pengungsi Suriah lainnya hadapi. Umm Hamza mengatakan, ratusan bayi lahir Suriah di Lebanon setelah pecahnya revolusi Suriah, tidak terdaftar secara resmi dan hanya menerima surat kelahiran tanpa nama lahir.

Umm Hamza mengatakan tetangganya tidak mendaftarkan bayinya karena dia harus pergi ke kedutaan untuk melakukannya. Namun, para petugas di kedutaan akan mempersulit hal ini.

Sementara itu pengungsi lain, Abu Omar mampu memperoleh surat kelahiran untuk anaknya, Omar, setelah ia berbohong kepada manajemen rumah sakit dengan menyatakan ia adalah seorang berkebangsaan Lebanon. Namun, Abu Omar belum menerima surat keterangan resmi.

Abu Omar mengatakan bahwa anaknya tidak memiliki kewarganegaraan atau identitas, menambahkan bahwa ia sadar bahwa anaknya akan kehilangan banyak hak karena ia akan menjadi orang yang tidak berkewarganegaraan.

“Dimana saya bisa mendaftarkan dia, saya tidak bisa masuk ke setiap kantor resmi Suriah” katanya.

Bashar al-Haji Ali, kepala tim Syria Life mengatakan pengungsi Suriah harus mendaftarkan bayi mereka sehingga mereka akan memberikan mereka hak-hak mereka. Dia menambahkan bahwa itu adalah tugas dari UNHCR untuk berkomunikasi dengan pemerintah Lebanon dan kedutaan Suriah bila perlu, untuk mengatasi masalah ini. Ali mengatakan ia telah mencoba untuk menghubungi kantor UNHCR dan memberitahu mereka tentang masalah ini, namun tidak pernah mendapat suatu tanggapan dari mereka.

Sebagian besar pengungsi telah secara ilegal menyelinap ke Lebanon setelah pecahnya revolusi di Suriah. Hal ini yang mempersulit langkang mereka mengenai masalah administrasi. [har]