Ulama Kudus: ‘Keluarkan Apapun Yang Kita Miliki Untuk Membantu Muslim Suriah’

Islampos.com – Sabtu (11/1/2013) Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), mengadakan Tabligh Akbar Peduli Suriah di wilayah Pantura, yakni Desa Tambaharjo, Pati Jawa Tengah. Acara dihadiri 250 orang dengan menghadirkan Abu Yahya (Relawan HASI untuk Suriah) dan Ustadz Thoriquddin (Ulama Kudus).

Dalam kesempatannya, Abu Yahya menceritakan awal mula bagaimana revolusi Suriah terjadi. “Tidak dimulai dari pemuda atau orang-tua. Justru dari anak-anak belasan tahun,” katanya sambil menunjuk sekelompok anak usia SD.

“Mereka,” lanjut Abu Yahya, “disiksa dan dibunuh gara-gara latah dengan anak-anak sebaya mereka di Tunis dan Mesir yang mencorat-coret kata-kata revolusi di dinding.”

Abu Yahya mengakhiri ulasannya dengan presentasi kegiatan kemanusiaan Tim 3 HASI selama bertugas di Suriah.

Sedangkan Ustadz Thoriquddin menjelaskan sekilas tentang negeri Syam dan keutamaannya. Kepada para hadirin, ulama asal kudus ini menegaskan bahwa Suriah dan Palestina termasuk daerah Syam. Ketika kedua wilayah ini sedang mengalami penderitaan, sudah seharusnya kaum muslimin memiliki solidaritas untuk membantunya.

“Bagaimana mungkin kita yang mengaku sama-sama Islam, kiblat kita sama, namun tidak peduli terhadap nasib mereka,” katanya.

Bentuk solidaritas yang bisa dilakukan oleh kaum Muslimin di antaranya berangkat ke Suriah untuk membantu kaum Muslimin di sana. Bapak dan ibu yang punya anak dokter, bisa didaftarkan ke HASI sebagai relawan.

”Kalau tidak bisa memberangkatkan, keluarkan apa yang bisa kita miliki untuk mereka. Kalau tidak punya apa-apa, bantulah mereka dengan doa.” Terakhir, Ust. Thoriquddin menegaskan, “Kalau sekadar berdoa pun tidak mampu, minimal jangan mengganggu orang-orang yang mau membantu rakyat Suriah.”