Oposisi Suriah Tolak Rencana Rekonsiliasi Nasional Assad

Islampos.com – KOALISI oposisi Nasional Suriah menolak rencana rekonsiliasi yang digariskan oleh Presiden Bashar al-Assad di Damaskus pada hari Ahad ini (6/1/2013), juru bicara koalisi oposisi Walid al-Bunni mengatakan kepada AFP melalui telepon.

“Kami mengatakan bahwa yang kami inginkan solusi politik, tapi … sekarang sudah ada lebih dari 60.000 syuhada. Rakyat Suriah tidak akan melakukan semua pengorbanan ini dalam rangka memperkuat rezim tirani,” ujarnya.

Buni mengatakan bahwa pidato itu seharusnya diarahkan terutama pada komunitas internasional, yang terlibat dalam upaya nyata untuk menciptakan solusi politik yang memenuhi aspirasi rakyat Suriah dan mengakhiri tirani rezim keluarga Assad. “Assad tidak akan menerima inisiatif apapun yang tidak mengembalikan stabilitas rezim dan menempatkan dia menjadi kemudi kontrol,” tegas Buni.

Presiden Asad, ia menambahkan, telah mengecualikan kemungkinan terjadinya dialog dengan para pejuang. “Dia ingin negosiasi dengan mitra yang dipilihnya sendiri, dan tidak akan menerima inisiatif yang dapat memenuhi aspirasi rakyat Suriah atau pada akhirnya menyebabkan keberangkatannya dan pembongkaran rezimnya. Seruan Assad untuk dialog tidak termasuk orang-orang yang memberontak dan ditujukan kepada orang-orang yang tidak bangkit atau yang dengan senang hati menerima kembalinya stabilitas meskipun semua pengorbanan yang dibuat oleh rakyat Suriah,” kata Buni.

Assad dalam pidatonya hari Ahad ini (6/1/2013) mengecam yang disebutnya sebagai “budak” dari Barat dan menyerukan dialog nasional untuk menyusun sebuah piagam baru dan membuka jalan bagi pemilu legislatif.