Pejuang Suriah Rebut Enam Kota di Provinsis Hama

HAMA, SURIAH (voa-islam.com) – Para pejuang Suriah telah merebut sedikitnya enam kota di provinsi pusat Hama, para aktivis mengatakan, dalam operasi yang ditujukan untuk menekan Presiden Bashar Al-Assad dari utara ketika para pejuang mendekat di atas ibukota dari pinggiran selatan.

Oposisi Suriah telah mencetak keuntungan militer dan diplomatik yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, merebut beberapa instalasi militer di Suriah dan mengamankan pengakuan formal dari negara-negara Barat dan Arab untuk koalisi baru.

Penangkapan sebagian besar provinsi Hama sekarang bisa memberikan pejuang Suriah kontrol efektif dari sebuah bentangan wilayah dari perbatasan utara Turki sejauh 180 km ke utara.

Qassem Saadeddine, anggota komando militer pejuang Suriah mengatakan sebagian besar dari bagian barat pedesaan provinsi Hama, yang membentang ke kaki pegunungan yang merupakan rumah bagi komunitas minoritas Alawit Bashar Al-Assad, berada di bawah kendali para pejuang Suriah

Saadeddine mengumumkan serangan para pejuang Suriah di Hama pada hari Ahad. Para pejuang Suriah sendiri sudah menguasai banyak kota di provinsi utara Aleppo dan Idlib, dan berjuang untuk maju dari pinggiran selatan Damaskus menuju jantung ibukota.

“Pertempuran masih berlangsung. Kami telah membebaskan banyak daerah (Hama) dan kami sedang mempelajari rencana untuk membebaskan lebih banyak lagi,” kata Saadeddine kepada Reuters melalui Skype dari dalam Suriah. “Tiga-perempat dari pedesaan Barat Hama berada di bawah kendali kami.”

Dia mengatakan kota-kota yang diambil oleh pejuang Suriah termasuk Latamneh, Helfaya, Kfar Naboudah, Hasraya, Tibat al-Imn dan Kfar Zita, dan pertempuran juga pecah di kota Hama itu sendiri.

Seorang aktivis di Hama mengkonfirmasi para pejuang Suriah berhasil menguasai Helfaya dan bagian lain dari provinsi tersebut. Di Kfar Naboudah katanya, para pejuang Suriah mengambil alih sebuah gudang biji-bijian yang mengandung 12.000 ton gandum, yang rencananya mereka akan distribusikan ke daerah yang dikuasai pihak oposisi.

Para pejuang Suriah berniat untuk mengonssentrasikan ofensif mereka di daerah pedesaan sebelum serangan di kota Hama di mana sekitar 10.000 orang tewas dalam pembantaian 1982 yang diperintahkan ayah Bashar, Hafez Al-Assad, terhadap pemberontakan kelompok Islamis. Namun bentrokan pecah di kota tersebut setelah pemerintah meluncurkan gelombang penangkapan, kemungkin dalam menanggapi serangan para pejuang Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok oposisi yang memonitor kekerasan di seluruh negeri, mengatakan beberapa kota-kota Hama yang dikuasai oleh para pejuang Suriah dibombardir pada hari Rabu.

Dikatakan sedikitnya 100 orang telah tewas di seluruh negeri, menambah korban tewas dalam pemberontakan 21-bulan-tua terhadap Assad lebih dari 40.000 orang.