Umat Islam Sukabumi Minta Pembunuh Ustadz Dihukum Berat

SUKABUMI, muslimdaily.net – Ratusan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) unjukrasa di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/11). Mereka menuntut pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang Ustadz Edin Zaenudin dan guru bernama Atika Fahmi dihukum seberat-beratnya.

Para demonstran yang berasal Gerakan Reformis Islam (GARIS), Gibas, dan Gabungan Persaudaraan Pemuda Muslim (GPPM) ini datang dengan menggunakan sepeda motor dan roda empat sekira pukul 15.00 WIB. Dengan berbagai atribut ormasnya masing-masing mereka langsung berkumpul di Lapang Sepakbola Pajajaran, tepatnya di depan Kantor PN Cibadak.

Di sana, mereka langsung berorasi agar aparat penegak hukum tidak pandang bulu terhadap pelaku pembunuhan. Malah mereka mendesak agar pengadilan memutuskan hukuman yang setimpal.

Sejumlah perwakilan ormas akhirnya menemui Ketua PN Cibadak, Made Suweda. Disaksikan oleh perwakilan Polres Sukabumi dan Kejari Cibadak, mereka memberikan surat pernyataan kepada Made Suweda.

“Mereka berdua merupakan saudara kami. Kami mendesak agar pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang ustadz dan guru agar dihukum seberat-beratnya. Aparat penegak hukum jangan sampai memberikan keringanan terhadap pelaku,” kata Ketua Umum GARIS Sukabumi Raya, Ade Saepuloh seperti dikutip POS KOTA NEWS.

Menurut Ade, pelaku pembunuhan tersebut sangat tidak manusiawi. Terlebih, mereka menghabisi nyawa, baik Ustadz Edin maupun Guru Atikah sudah direncanakan. “Makanya kami datang ke sini untuk meminta pihak penegak hukum memberikan hukuman berat terhadap pelaku pembunuhan dua orang itu. Apabila hukumannya tidak setimpal kami siap mengawal prosesnya,” cetusnya.

Sementara, Ketua PN Cibadak, Made Suweda menyambut baik tuntutan para demonstran. Terpenting, adanya dukungan dari semua pihak dan kesadaran hukum. “Kami akan memproses sidang sesuai dengan aturan yang ada. Kami apresiasi tuntutan ini. Apalagi disampaikan dengan cara tertib dan santun,” ucapnya.

Setelah merasa puas dengan jawaban Made, para demonstran akhirnya membubarkan diri. Rencananya, mereka sekaligus akan konvoi kendaraan untuk menyambut tahun baru Islam.

Terlihat, mulai datang hingga bubarnya aksi ratusan massa tersebut, puluhan petugas kepolisian mengawal ketat. Para demonstran akhirnya membubarkan aksi dengan damai dan tertib.