Surah ‘Abasa

Ayat 1 dan 2, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).” (‘Abasa: 1-2)

Sebab Turunnya Ayat

Imam at-Tirmidzi dan al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah yang berkata, “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta matanya. Suatu hari, Ibnu Ummi Maktum datang kepada Rasulullah seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, berilah saya nasihat.’ Bertepatan saat itu Rasulullah tengah berbincang dengan seorang pembesar kaum musyrik. Rasulullah lalu mengabaikan permintaan sahabat tersebut, sebaliknya beliau melanjutkan perbincangannya dengan pembesar musyrik tersebut. Beliau antara lain berkata kepada pembesar musyrik itu, ‘Apakah ada yang salah dari seruan saya?’ Orang itu menjawab, “Tidak.’ Tidak lama berselang, turunlah ayat, “Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).”

Abu Ya’la meriwayatkan hal serupa dari Anas.

Ayat 17, yaitu firman Allah ta’ala,

“Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!” (‘Abasa: 17)

Sebab Turunnya Ayat

Berkenaan dengan ayat ini, Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ikrimah yang berkata, “Ayat ini turun berkenaan dengan Utbah bin Abi Lahab, yaitu ketika ia berkata, ‘Saya mengingkari Tuhan (yang telah menciptakan) bintang.'”

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 615 – 616.