Surah Ali Imran Ayat 12, 23, 26, 28 dan 31

Surah Ali Imran

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari ar-Rabi’ bahwa pada suatu hari orang-orang Nasrani mendatangi Rasulullah, lalu mereka mendebat beliau dalam masalah Nabi Isa a.s.. Maka Allah menurunkan firman-Nya,

“Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya. membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil” (Ali Imran: 1-3)

Hingga ayat kedelapan puluhan. Ibnu Ishaq berkata, “Muhammad bin Sahl bin Abi Umamah berkata, ‘Ketika orang-orang Najran mendatangi Rasulullah, mereka menanyakan tentang Isa Ibnu Maryam. Maka turun pada mereka pembukaan surah Ali Imran hingga awal ayat kedelapan puluh.'”

Ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam kitab Dalaailun Nubuwwah.

Ayat 12, yaitu firman Allah ta’ala,

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”. (Ali Imran: 12)

Sebab Turunnya Ayat

Abu Dawud dalam sunannya dan al-Baihaqi dalam Dalaailun Nubuwah meriwayatkan dari jalur Ibnu Ishaq dari Muhammad dari Sa’id atau Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa setelah mengalahkan orang-orang Quraisy pada Perang Badar, Rasulullah kembali ke Madinah lalu mengumpulkan orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa’. Lalu beliau bersabda,

“Wahai orang-orang Yahudi, masuk Islamlah kalian sebelum Allah menimpakan kepada kalian apa yang menimpa orang-orang Quraisy.”

Lalu orang-orang Yahudi itu menyahut, “Wahai Muhammad, jangan engkau merasa sombong karena telah membunuh beberapa orang Quraisy yang tidak berpengalaman dalam berperang. Demi Allah, jika engkau berperang melawan kami, niscaya engkau akan tahu bahwa kami adalah orang-orang yang ahli perang dan engkau tidak pernah bertemu dengan orang-orang seperti kami.’ Maka Allah menurunkan firman-Nya,

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) . Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.”. (Ali Imran: 12-13)

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ikrimah, dia berkata, “Pada Perang Badar, Fankhash, seorang Yahudi, berkata, ‘Jangan sampai Muhammad merasa sombong karena telah membunuh dan mengalahkan orang-orang Quraisy. Karena orang-orang Quraisy itu tidak bisa berperang.’ Maka turunlah ayat 12 surah Ali Imran.”

Ayat 23, yaitu firman Allah ta’ala,

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).” (Ali Imran: 23)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim dan Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah masuk ke rumah Midras yang di dalamnya terdapat orang-orang Yahudi. Lalu beliau mengajak mereka kepada Allah. Lalu Nu’aim bin Amr dan al Harits bin Zaid berkata,” ‘Engkau sendiri beragama apa wahai Muhammad?’ Beliau menjawab, ‘Agama Ibrahim.’ Mereka berkata, “Sesungguhnya Ibrahim beragama Yahudi.’ Maka Rasulullah bersabda kepada mereka, “Mari kita membaca Taurat karena ia ada bersama kita saat ini.’ Namun mereka tidak mau melakukannya. Maka Allah menurunkan firman-Nya,

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah… Mereka terperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.”(Ali Imran: 23-24)

Ayat 26, yaitu firman Allah ta’ala,

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ali Imran: 26)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah, dia berkata, “Kami diberitahu bahwa Rasulullah meminta kepada Allah untuk menjadikan Raja Romawi dan Persia sebagai umat beliau. Maka Allah menurunkan firman-Nya,

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan….” (Ali Imran: 26)

Ayat 228, yaitu firman Allah ta’ala,

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (Ali Imran: 28)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur Sa’id atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Dulu al-Hajjaj bin Amr sekutu Ka’ab ibnul-Asyraf, Ibnu Abil Haqiq dan Qais bin Zaid tinggal berbaur dengan beberapa orang Anshar untuk mengganggu keislaman mereka menjadi murtad kembali.

Maka Rifa’ah ibnul-Munzir, Abdullah ibnuz-Zubair, dan Sa’id bin Hatsmah berkata kepada orang-orang itu, ‘Jauhilah orang-orang Yahudi itu dan jangan tinggal bersama mereka agar mereka tidak membuat kalian keluar dari agama kalian.’

Maka Allah menurunkan firman-Nya kepada mereka,

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali… Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”‘ (Ali Imran: 28-29)

Ayat 31, yaitu firman Allah ta’ala,

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran: 31)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Hasan al-Bashri, dia berkata, “Beberapa kaum pada masa Nabi kita berkata, ‘Wahai Muhammad, demi Allah kami sungguh mencintai Allah.’ Maka Allah menurunkan firman-Nya,

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran: 31)

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 115 – 119.