Sekongkol, Alawit dan “Dukungan” Iran atas Rezim Suriah

Hidayatullah.com–Iran dikabarkan meningkatkan dukungan militer dan intelijennya kepada pemerintah Suriah dalam tindakan kerasnya terhadap oposisi, demikian surat kabar Washinton Post, Sabtu (03/03/2012).

Mengutip tiga pejabat intelijen Amerika Serikat, yang nama mereka tidak disebut dan memiliki akses pada laporan-laporan intelijen dari kawasan itu, surat kabar itu mengatakan Teheran telah meningkatkan pasokan senjata dan bantuan lainnya untuk pemimpin Suriah Bashar al-Assad saat ia sedang berusaha menumpas kelompok perlawanan di kota Homs.

“Bantuan dari Iran meningkat, dan terutama pada bantuan senjata yang mematikan,” kata surat kabar itu mengutip salah seorang dari para pejabat itu.

Laporan-laporan itu didukung oleh penemuan-penemuan intelijen yang menunjukkan seorang mata-mata Iran cedera baru-baru ini ketika membantu pasukan keamanan Suriah di negara itu, kata surat kabar tersebut.

“Mereka memasok peralatan,senjata-senjata dan bantuan teknik– bahkan alat-alat pemantauan — untuk membantu menghentikan kerusuhan,” kata surat kabar itu yang mengutip pejabat itu mengenai bantuan Iran itu.

“Para pejabat keamanan Iran juga mengunjungi Damaskus untuk membantu menyerahkan bantuan ini.” Seorang pejabat senior kedua AS mengatakan Iran baru-baru ini mengirim para anggota badan intelijen utamanya, Kementerian Intelijen dan Keamanan ke Damaskus untuk membantu dalam memberi nasihat dan melatih rekan-rekan Suriah dalam tindakan terhadap para pemrotes, kata laporan itu.

Komandan Pasukan Quds Brigjen Qassem Suleimani, juga paling tidak satu kali mengunjungi Damaskus dalam pekan-pekan belakangan ini, kata surat kabar itu mengutip para pejabat AS itu.

Media China pernah melaporkan, rezim Presiden Suriah Bashar al Assad pernah mengharapkan kehadiran dari 15 ribu pasukan Iran untuk menertibkan kerusuhan yang saat ini melanda Suriah.

Seperti diberitakan Jenmin Jibao, Jumat (10/02/2012) lalu, satuan khusus dari pasukan Iran akan dikerahkan ke beberapa provinsi di Suriah yang dilanda demonstrasi. Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Suleimani juga memberi instruksi ke Pemerintah Suriah saat aksi-aksi demonstrasi.

Pasukan Quds merupakan pasukan elit Iran yang konon kabarnya mendanai pejuang Hizbullah di Libanon. Jumlah penasihat militer dari pasukan Quds di Suriah kini, jumlahnya dinilai mencapai ratusan.

Suratkabar China bahkan menyebutkan, para pasukan Negeri Persia itu memiliki satu basis militer di dekat Kota Damaskus.

Revolusi Palsu

Sebelum ini, seorang kolumnis Al Ahram-Mesir di Damaskus, Bassel Oudat mengatakan, dukungan para tokoh-tokoh utama Iran kepada rezim Assad.

Menurut Bassel Oudat, sejak awal protes terhadap rezim yang dipimpin oleh Al-Assad 10 bulan lalu, Iran telah menyatakan dukungannya terhadap rezim Suriah bahkan menuduh para pengunjuk rasa oposisi telah menjadi bagian dari konspirasi Barat untuk menurunkan ” perlawanan terhadap Israel”, di mana menyebut Suriah landasan bersama dengan Iran.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei menggambarkan kaum pemberontak Suriah sebagai “salinan palsu revolusi di Mesir, Tunisia, Yaman dan Libya”. Sedang Ali Akbar Wilayati, penasihat senior Iran untuk urusan internasional, juga pernah mengatakan bahwa “siapa saja yang mencoba untuk menggulingkan kepemimpinan Suriah berjalan setelah fatamorgana. “

Bassel Oudat juga menyebut dikungan Garda Revolusi yang mensuplai senjata pada rezim Suriah.

“Pada akhir tahun lalu, laporan AS mengatakan bahwa the Iranian Al-Quds Corps, berafiliasi dengan Garda Revolusi, yang memasok rezim Suriah dengan senjata untuk digunakan melawan anti-rezim demonstran,” tulisnya di Al Ahram, edisi 9 – 15 Februari 2011 lalu.

Bassel juga mengatakan, media Eropa pernah melaporkan bahwa Khamenei sudah menyisihkan $5,8 milyar untuk menopang rezim Suriah, dengan asngsuran pertama sebesar $1,5 milyar yang dibayar ke Damaskus dengan segera, diikuti cicilan dalam tiga bulan berikutnya. Laporan juga mengatakan bahwa Iran sudah membekali rezim Suriah dengan 290.000 barel minyak mentah, yang telah dikonfirmasi pada mantan Wakil Presiden Suriah Abdel-Halim Khaddam, di mana ia mengakui Teheran sudah mengirim penasehat ke Damaskus untuk menangani demonstrasi.

Para penentang rezim Suriah juga mengatakan bahwa agen keamanan Suriah diketahui memakai tongkat listrik buatan Iran guna melawan para demonstran. Meski belum ada bukti akurat, kalangan demonstran mengakui, penembak jitu yang tersembunyi di atas gedung pemerintah orang Iran. Letnan Ahmed Al-Khalaf, seorang pembelot dari tentara Suriah di pertempuran di kota Homs, mengomentari pada Agustus tentang peran yang dimainkan Iran untuk melawan pemberontakan di Suriah. Menurut Al-Khalaf, “Iran menganggap kekuasaan Alawit di Suriah sebagai perpanjangan peraturannya.”

Seperti diketahui, kelompok penganut Syiah Alawit adalah kelompok yang dianut keluarga Assad. Komunitas Alawit, adalah sebuah cabang sekte Syi’ah yang telah mendominasi sistem politik dan aparat keamanan di Suriah, yang sebagian besar penduduk Suriah Sunni selama lima dekade terakhir ini. (fayyadh)