Krisis Keuangan Barat, Majukan Keuangan Islami

MUSLIMDAILY – Saat keprihatinan tumbuh pada krisis utang yang terjadi di Barat, perbankan Islam semakin menjadi alternatif yang lebih aman dan lebih stabil untuk pembiayaan keuangan.

“Ketika saya melihat kerusakan pada sistem berbasis bunga yang telah terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, saya bisa melihat mengapa Allah melarang riba (bunga) dalam Islam,” kata Mariam Khan, dari Chicago, kepada Reuters.

Wanita 36 tahun ini tidak pernah mempertimbangkan menggunakan perbankan Islam sampai suaminya pindah ke Dubai pada tahun 2007., demikian sebagai diberitakan situs onislam pada hari Kamis 1 November.

Saat krisis utang melanda banyak orang di Barat, suaminya membuka rekening keluarga di HSBC Amanah, sayap bank syariah pada bank internasional HSBC. Percaya bahwa perbankan Islam lebih aman dan lebih stabil daripada keuangan konvensional.

“Saya tidak terlalu konservatif sebagai seorang Muslim tapi saya pasti merasa lebih aman dalam perbankan Islam,” kata Khan.

Islam melarang Muslim menggunakan riba, menerima atau membayar bunga atas pinjaman. Transaksi oleh bank-bank Islam harus didukung oleh aset yang riil.

Keuangan syariah juga melayani pembiayaan menyerupai sewa untuk kepemilikan, rencana angsuran, pembelian bersama dan kesepakatan penjualan atau kemitraan.

Industri Yang Terus Tumbuh

Gubernur Bank Sentral Bahrain, Rasheed Mohammed al-Maraj, mengatakan pekan lalu bahwa keuangan Islam memiliki kesempatan untuk menarik pelanggan dari seluruh dunia karena gejolak di pasar modal utama.

“(Perbankan syariah) harus menyediakan industri dengan periode pertumbuhan yang berkelanjutan untuk dekade berikutnya,” katanya.

Ashar Nazim, pemimpin bagian jasa keuangan Islam pada konsultan Ernst & Young, mengatakan gerakan anti Wall Sreet di Amerika Serikat menunjukkan kemarahan publik yang meningkat tentang ketimpangan dalam sistem kapitalis.

Hal ini dapat membantu lembaga-lembaga Islam memperoleh pangsa pasar dengan menekankan preferensi Islam untuk distribusi kekayaan yang adil dan tidak suka pengambilan untung yang berlebihan, katanya.

Perbankan Islam merupakan salah satu sektor keuangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Sistem ini dipraktekkan di 50 negara di seluruh dunia, membuatnya menjadi salah satu sektor yang tumbuh paling cepat dalam industri keuangan global.

Sebuah daftar panjang institusi internasional, termasuk Citigroup, HSBC dan Deutsche Bank, akan masuk ke bisnis perbankan Islam. Saat ini, ada hampir 300 bank Islam dan lembaga keuangan di seluruh dunia yang asetnya diprediksi tumbuh hingga $ 1 triliun pada 2013. (Arbi)