Takut Akan Siksa Api Neraka (2)

Bab Kedua: Takut dari siksaan Neraka dan kondisi orang yang takut

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun,” (Ali-Imran: 190-192).

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Katakanlah: Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Rabb mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (Ali-Imran: 15-16).

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan,” (Al-Furqan: 63).

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman,” (Al-Furqan: 65).

وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ

Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya,” (Al-Isra’: 57).

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

Dan orang-orang yang takut terhadap azab Rabb nya,” (Al-Ma’arij: 27).

ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ

Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku,” (Ibrahim: 14).

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ

Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka,” (At-Thur: 25-27).

Ibrahim At-Taimi berkata, “Bagi orang yang belum memiliki rasa takut, hendaknya ia khawatir bila dirinya termasuk dari penghuni neraka, karena penghuni surga mereka berkata:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ

Dan mereka berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri,” (Fathir: 35).

Dan barangsiapa yang belum memiliki rasa takut hendaknya ia khawatir bila dirinya tidak akan termasuk dari penghuni surga, karena mereka berkata:

إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab),” (At-Thur: 26).

Nabi saw. sendiri seringkali berlindung dari siksa neraka dan memerintahkan untuk berlindung darinya, baik dalam shalat ataupun pada selainnya. Hadits-hadits dalam hal itu sangat banyak.

Anas berkata, “Do’a yang paling banyak dipanjatkan oleh Nabi saw. adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (Al-Baqarah: 201).” (HR. Bukhari).

Dan di dalam kitab An-Nasa’i diriwayatkan, dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya ia mendengar Nabi saw. bersabda:

اللهم إني أعوذ بك من حر جهنم

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari panasnya neraka Jahannam.

Dari Jabir bahwa Nabi saw. bertanya kepada seseorang, ““Do’a apa yang engkau baca di dalam shalat?” Seseorang itu pun menjawab:

أَتَشَهَّدُ وَأَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ أَمَا إِنِّى لاَ أُحْسِنُ دَنْدَنَتَكَ وَلاَ دَنْدَنَةَ مُعَاذٍ

“Aku membaca tahiyyat, lalu aku ucapkan ‘Allahumma inni as-alukal jannah wa a’udzu bika minannar’ (aku memohon pada-Mu surga dan aku berlindung dari siksa neraka). Aku sendiri tidak mengetahui kalau engkau mendengungkannya begitu pula Mu’adz”, jawab orang tersebut. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami sendiri memohon surga (atau berlindung dari neraka),” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Al-Bazar meriwayatkan dengan lafalnya:

و هل أدندن أنا و معاذ إلا لندخل الجنة و نعاذ من النار

“Dan apakah dengan saya dan Mu’adz mendengungkannya melainkan kami akan dimasukkan ke dalam surga dan dilindungi dari Neraka?”

Dan diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad dengan sanad mungqathi’ (terputus), dari Salim Al-Anshari, bahwa Nabi saw. bertanya kepadanya, “Apa yang engkau baca dari Al-Qur’an?” Salim pun menjawab:

إني أسأل الله الجنة و أعوذ به من النار و الله ما أحسن دندنتك و لا دندنة معاذ فقال النبي صلى الله عليه و آله و سلم : و هل تصير دندنتي و دندنة معاذ إلا أن نسأل الله الجنة و نعوذ به من النار ؟ !

“Sesungguhnya aku memohon kepada Allah surga dan aku berlindung kepada-Nya dari Neraka. Demi Allah, aku sendiri tidak mengetahui kalau engkau dan Mu’adz mendengungkannya.” Kemudian Nabi saw. bersabda, “Tidaklah aku dan Mu’adz mendengungkannya kecuali kami memohon kepada Allah surga dan kami berlindung dari neraka?!”

Dan kami meriwayatkan (Ibnu Raja Al-Hanbali), dari hadits Suwaid bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Maisarah dari Zaid bin Aslam dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw. bersabda:

إنما يدخل الجنة من يرجوها و يجنب النار من يخافها و إنما يرحم الله من يرحم

Sesungguhnya yang akan masuk surga adalah orang yang mengharapkannya dan akan dijauhkan dari Neraka orang yang takut kepadanya, dan sesungguhnya Allah mengasihi orang juga mengasihi (orang lain).

Abu Nu’aim meriwayatkan:

و إنما يرحم الله من عباده الرحماء

“Sesungguhnya Allah mengasihi dari hamba-hambanya yang pengasih.”

Umar pernah berkata:

لو نادى منادي من السماء : أيها الناس إنكم داخلون الجنة كلكم إلا رجلا واحدا لخفت أن أكون أنا هو

“Kalaulah ada penyeru dari langit yang menyerukan: wahai manusia, sesungguhnya kalian semua akan masuk surga kecuali seorang lelaki, maka sungguh aku khawatir dia adalah aku,” (HR. Abu Nu’aim).

Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jalur Abdullah bin Ar-Rumi berkata, telah sampai kepadaku bahwa Utsman r.a. berkata:

لو أني بين الجنة و النار ـ و لا أدري إلى أيتهما يؤمر بي ـ لا خترت أن أكون رمادا قبل أن أعلم إلى أيتها أصير

“Kalaulah aku berada di antara surga dan neraka -sementara aku tidak tahu kemana aku diperintahkan- maka sungguh aku akan memilih untuk menjadi abu sebelum aku mengetahui ke mana aku akan berada.”

(Artikel diterjemahkan oleh team redaksi www.alislamu.com dari kitab At-Takhwif minan Naar wat Ta’rifu bi haali daril bawwar karya Ibnu Rajab Al-Hanbali. Penerbit: Maktabah Daarul Bayan – Damasykus. Cet: 1/1399).