Takut Akan Siksa Api Neraka (1)

Bab Petama: Mengingat Neraka dan Waspada Terhadapnya

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (At-Tahrim: 6).

فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَ الْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِيْنَ

“Maka takutlah kamu kepada neraka yang menyalakannya ialah manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir,” (Al-Baqarah: 24).

وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir,” (Ali-Imran: 131).

فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى

“Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,” (Al-Lail: 14).

لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ذَلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku,” (Az-Zumar: 16).

وما هي إلا ذكرى للبشر * كلا والقمر * والليل إذ أدبر * والصبح إذا أسفر * إنها لإحدى الكبر * نذيرا للبشر * لمن شاء منكم أن يتقدم أو يتأخر

“Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. Sekali-kali tidak, demi bulan, dan malam ketika telah berlalu, dan subuh apabila mulai terang. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia. (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur,” (Al-Mudatsir: 31 – 37).

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim, terkait firman Allah Ta’ala { نَذِيرًا لِلْبَشَرِ } Al-Hasan berkata, “Demi Allah, ini adalah ancaman terburuk yang diberikan Allah atas hamba-Nya.”

Mengomentari firman Allah Ta’ala: [ إِنَّهَا لإحْدَى الْكُبَرِ ] Qatadah berkata, “Yaitu neraka.”

Diriwayatkan oleh Samak bin Harab, ia berkata, “Saya telah mendengar An-Nu’man bin Basyir berkhutbah dan berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Kami peringatkan kalian dengan api neraka, kami peringatkan kalian dengan api neraka.’ Kalaulah ada seorang lelaki di pasar, pasti ia akan mendengar peringatan tersebut,” (HR. Ahmad).

Diriwayatkan juga oleh Ahmad, dari Nu’man bin Basyir berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Kami peringatkan kalian dengan neraka, kami peringatkan kalian dengan neraka.” Seandainya ada seseorang berada di pasar yang paling jauh sekalipun maka pastilah ia akan mendengarnya, dan para penghuni pasarpun akan mendengar suaranya, sementara beliau berada di atas mimbar.”

Ahmad juga meriwayatkan, dari Samak berkata, “Saya mendengar Nu’man berkhutbah dengan memakai gamis, ia berkata, saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Saya peringatkan kalian dengan api neraka, saya peringatkan kalian dengan api neraka.” Seandainya ada seseorang yang berada di tempat begini dan begini, pastilah ia akan mendengar suaranya.”

Dan diriwayatkan dari ‘Adi bin Hatim, ia berkata, bersabda Rasulullah saw., “Takutlah kalian dengan api neraka.” Ia berkata, Beliau lalu berpaling dan menyembunyikan wajahnya serta bersabda lagi, “Takutlah kalian dengan api neraka.” Kemudian beliau berpaling sambil menyembunyikan wajahnya hingga tiga kali hingga kami mengira bahwa beliau melihat neraka tersebut. Kemudian beliau bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Jauhilah neraka walaupun dengan bersedekah sebelah butir kurma, maka siapa saja yang tidak mendapatkannya, maka hendaklah (bersedekah) dengan kata-kata yang baik’.” (HR. al-Bukhari, Kitab az-Zakah, Bab ash-Shadaqah Qabla ar-Raddi, 3/281, no. 1413; dan Muslim, Kitab az-Zakah, Bab al-Hatsu ala ash-Shadaqah, 2/703, no. 1016.)

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dengan sanad yang di dalamnya terdapat musnid yang jahalah (tidak diketahui), dari Anas dari Nabi saw. bersabda:

يا معشر المسلمين ارغبوا فيما رغبكم الله فيه و احذروا و خافوا ما خوفكم الله به من عذابه و عقابه و من جهنم فإنها لو كانت قطرة من الجنة معكم في دنياكم التي أنتم فيها حلتها لكم و لو كانت قطرة من النار معكم في دنياكم التي أنتم فيها خبثتها عليكم

Wahai seluruh kaum muslimin berharaplah terhadap apa-apa yang Allah harapkan atas kalian, dan jauhi serta takutlah terhadap apa yang ditakutkan Allah atas kalian dari adzab-Nya dan hukuman-hukman Allah dan juga jahanam, sesungguhnya kalau satu tetes kenikmatan dari surga di jatuhkan di atas dunia maka akan menjadikan indah dunia ini dan apabila satu percik api neraka dipercikan ke dalam dunia ini maka akan menjadikan dunia yang kalian tempati ini rusak.

Dan di dalam Shahihain, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw. bersabda:

إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ

Sesungguhnya perumpamaanku dan umatku laksana seorang lelaki yang menghidupkan api,lalu laron–laron dan serangga–serangga berjatuhan kepadanya. Aku pegang tempat ikatan sabukmu, sedang kamu mau masuk ke dalam api.”

Dan dalam riwayat Muslim:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ النَّاسِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ جَعَلَ الْفَرَاشُ وَهَذِهِ الدَّوَابُّ الَّتِي تَقَعُ فِي النَّارِ يَقَعْنَ فِيهَا فَجَعَلَ يَنْزِعُهُنَّ وَيَغْلِبْنَهُ فَيَقْتَحِمْنَ فِيهَا فَأَنَا آخُذُ بِحُجَزِكُمْ عَنْ النَّارِ وَهُمْ يَقْتَحِمُونَ فِيهَا

“Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah memberitakan kepada kami Syu’aib telah memberitakan kepada kami Abu Az Zanad dari Abdurrahman bahwasanya ia menceritakan kepadanya, ia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan diriku dan perumpaman manusia yang kuda’wahi adalah bagaikan seseorang yang menyalakan api (lampu), dikala api itu menyinari sekelilingnya, menjadikan serangga-serangga dan hewan menuju api itu, kemudian orang tersebut menarik serangga-serangga tetapi mereka menuju kepadanya dan terjerumuskan dalam api, maka akulah yang menarik ikat pinggang kalian dari api, ketika mereka terjerumus didalamnya.”

Dan di dalam riwayat Imam Ahmad: “Perumpamaanku dan perumpamaan kalian -wahai sekalian umat- adalah seperti seseorang yang menyalakan lampu di malam hari, lantas serangga-serangga dan hewan-hewan lainnya pun mendatanginya dan dan mengelilingi api tersebut, kemudian orang tersebut menarik serangga-serangga itu, tapi mereka justru menuju kepadanya dan terjerumus dalam api maka aku pun menarik sabuk kalian dan menyeru kalian ke dalam surga…

Dan di dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah berkata, ketika turun ayat ini:

{ و أنذر عشيرتك الأقربين }

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (QS. Asy-Syu’ara`: 214)

Rasulullah saw. lantas mengumpulkan keluarga beliau dari suku Quraisy lalu bersabda:

يَا بَنِي كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍّ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي مُرَّةَ بنِ كَعْبٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ شَمْسٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي هَاشِمٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا فَاطِمَةُ أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنْ النَّارِ فَإِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا غَيْرَ أَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَأَبُلُّهَا بِبَلَالِهَا

Wahai Bani Ka’ab bin Luay! Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Murrah bin Ka’ab! Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdu Syams! Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abu Manaf! Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Hasyim! Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai bani Abdul Muthalib! Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Fathimah binti Muhammad! Selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sesungguhnya aku tidak memiliki (kekuatan untuk) menolak siksaan Allah kepadamu sedikit pun, selain kalian adalah kerabatku, maka aku akan menyambung tali kerabat tersebut.” (HR. Muslim no. 303)

Dan diriwayatkan oleh Thabrani dan selainnya, dari jalur Ya’la bin Al-Asydaq dari Kulaib bin Hazan berakta, saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

اطلبوا الجنة جهدكم و اهربوا من النار جهدكم فإن الجنة لا ينام طالبها و إن النار لا ينام هاربها و إن الآخرة اليوم محفوفة بالمكاره و إن الدنيا محفوفة باللذات و الشهوات فلا تلهينكم عن الآخرة

Wahai kaum! Mintalah surga sekuat kemampuanmu dan larilah dari neraka sekuat tenagamu karena orang yang mengharapkan surga tidak akan tidur dan orang yang lari dari neraka tidak akan tidur. Sesungguhnya akhirat hari ini dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, sedangkan dunia dikelilingi dengan kelezatan dan kenikmatan maka jangan sampai melupakan kalian dari akhirat.

Riwayat ini juga diriwayatkan dari Ya’la bin Alasydaq dari Abdullah bin Jarrad dari Nabi saw., namun hadits-hadits Ya’la bin Alasydaq batil dan mungkar.

Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari hadits Yahya bin Abdullah dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi saw. bersabda:

مَا رَأَيْتُ مِثْلَ الْجَنَّةِ ، نَامَ طَالِبُهَا . وَلَا مِثْلَ النَّارِ نَامَ هَارِبُهَا

Tidaklah tidur orang yang mengharapkan surga dan tidaklah tidur orang yang ingin lari dari neraka.

Yahya adalah perawi yang banyak didhaifkan. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Mardawiyah dari sisi lain dan sanadnya sampai kepada Abu Hurairah. Thabrani pun meriwayatkan hal yang serupa dengan sanad yang masih perlu ditinjau, dari Anas dari Nabi saw. Diriwayatkan juga oleh Ibnu ‘Ady dengan sanad dari Umar r.a, dari Nabi saw.

Yusuf bin Athiyah berkata, dari Al-Mu’allimi bin Ziyad: adalah Haram bin Hayyan keluar di sebagian malam dan berteriak dengan suaranya yang keras, “Sungguh begitu ta’ajubnya (indahnya) surga, lantas bagaimana orang yang menginginkannya bisa tidur? Dan sungguh ta’ajubnya (mengerikannya) neraka, lantas bagaimana orang yang ingin lari darinya bisa tidur? kemudian ia membaca firman Allah:

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?” (Al-A’raaf: 97).”

Abu Al-Jauza’ berkata, “Kalaulah aku memimpin suatu urusan manusia maka aku akan buat sebuah menara tinggi di jalan dan aku perintahkan seseorang untuk berada di atasnya dan menyeru manusia, “Neraka! neraka!” (HR Imam Ahmad dalam kitab Az-Zuhd)

Dan diriwayatkan juga oleh anaknya, Abdullah dalam kitab ini juga dengan sanad dari Malik bin Dinar berkata, “Kalaulah aku menjadi pemimpin maka aku akan berseru di atas menara Bashrah pada malam hari, neraka! neraka!.” Kemudian ia berkata, “Kalaulah aku berada di tengah-tengah kelompok mereka maka aku akan berada di menara dunia (dan berseru), wahai manusia, neraka! neraka!.”

Bersambung…

(Artikel diterjemahkan oleh team redaksi www.alislamu.com dari kitab At-Takhwif minan Naar wat Ta’rifu bi haali daril bawwar karya Ibnu Rajab Al-Hanbali. Penerbit: Maktabah Daarul Bayan – Damasykus. Cet: 1/1399).