Pemuda Inggris Serang Wanita Muslimah Bercadar

Lima pemuka agama Islam yang mewakili komunitas di Inggris menyerukan dialog lintas agama untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebudayaan masyarakat pemeluk agama yang berbeda-beda.

Mereka menyerukan dialog setelah Sherriff Grant McCulloch di Kirkcaldy menangkap dan memutuskan untuk memenjarakan Duncan Gandy selama 135 hari pada Selasa (12/7), atas tuduhan melakukan serangan kasar, mengerikan dan merendahkan martabat orang lain.

Gandy, pemuda 31 tahun itu ditangkap karena menarik cadar seorang muslimah yang sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan di Glenrothes. Peristiwa itu membuat muslimah bersangkutan sangat trauma. Gandy diduga sedang dalam keadaan mabuk berat saat melakukan tindakan itu.

Salah satu pemuka muslim, Imam Manzoor Zaman menyambut hukuman terhadap Gandy. Menurutnya, kasus seperti yang dialami muslimah tadi jarang terjadi, tapi tetap membuat gempar komunitas Muslim di Inggris.

“Kami, komunitas Muslim, secara keseluruhan setuju dengan pernyataan Sherriff bahwa insiden ini merupakan tindakan penghinaan, mengerikan dan merendahkan martabat orang lain. Tindakan seperti ini tidak mendapat tempat di tengah masyarakat dan budaya yang beradab, dan oleh sebab itu kami mendukung hukuman terhadap pemuda itu,” kata Imam Zaman.

“Yang kita perlukan adalah dialog lintas agama yang lebih sering lagi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perbedaan agama dan budaya yang berbeda-beda. Dengan dialog, diharapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di tengah masyarakatm …”

“Dari perspektif agama, Al-Quran memberikan tuntunan yang jelas tetang persoalan seperti ini. Seorang muslim harus menaati Al-Quran dalam semua aspek kehidupan. Banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang isu ini,” papar Imam Zaman sambil mengutip salah satu ayat Quran yang menjelaskan bahwa kaum perempuan harus menutup bagian dari kepalanya, dan tidak memperlihatkannya pada orang lain kecuali anggota keluarganya.

Sementara itu, pemuka muslim lainnya, Naeem Khalid yang juga kordinator organisasi Fairness, Race Awareness and Equality mengatakan, Gandy telah menyerang bukan hanya seorang perempuan tapi sekaligus menyerang agama muslimah itu.

“Setiap orang bebas untuk menjalankan ibadah agamanya dan memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya. Cadar adalah satu prinsip dari keyakinan seorang muslimah yang mengenakannya, dan menarik cadarnya merupakan serangan terhadap keyakinan dan agamanya,” tandas Khalid. (Fani/erm)