Australia: Satu Tahun Penjara Untuk Wanita yang Menolak Buka Cadarnya

Pemerintah Australia mengusulkan undang-undang baru yang mengharuskan wanita muslimah bercadar untuk membuka cadarnya di depan para polisi laki-laki, bila mereka menolak maka hukumannya penjara.

Para pejabat Australia mengatakan, “Bagi para wanita yang menolak untuk menampakkan wajahnya akan dipenjara selama satu tahun, dan denda sedikitnya 5500 dollar Australia,” sebagaimana diberitakan oleh harian Daily Mail, dan dikutip oleh almokhtsar.com, Rabu (13/07).

Pembuatan undang-undang ini mendapat dukungan dari warga Australia yang mayoritas Kristen, secara terang-terangan mereka menunjukkan ketidakpuasan atas meningkatnya para imigran muslim sejak 1970 M.

Undang-undang ini akan diterapkan di wilayah New South Wales, termasuk kota Sidney dan selanjutnya akan diikuti wilayah lain di Australia.

Salah seorang gubernur di Australia mengatakan, “Saya tidak peduli jika ada seseorang yang memakai helm, burqa’, cadar atau jilbab. Yang terpenting, ia memiliki identitas yang jelas bila polisi ingin mengetahuinya.”

Wanita muslmah Australia, Monna, –wanita yang pernah mengendarai mobilnya sejak 18 tahun lalu di Sidney dengan memakai cadar, dan ia tidak pernah melanggar aturan lalu lintas– mengatakan, “Di sini kita mengalami masalah agama, kami merasa khawatir hak privasi kita dilanggar.”

“Saya bisa saja membuka wajah di depan petugas lalu lintas, tapi saya khawatir undang-undang ini akan disalahgunakan untuk menyakiti wanita muslimah, dan melakukan pelecehan terhadap mereka,” tambahnya.

Undang-undang ini muncul setelah adanya wanita muslimah yang diadili di pengadilan, karena pelanggaran kecil lalu lintas di sepanjang jalan kota Sidney. Ketika wanita muslimah itu diberhentikan di jalan, polisi mencoba untuk merobek jilbabnya dan berbuat rasis kepadanya.

Peristiwa ini menimbulkan ketidakpuasan kelompok advokasi hukum dan kebebasan sipil Muslim di Australia, dimana mereka melihat kejadian ini terlalu dibesar-besarkan padahal hanya diakibatkan kecelakaan lalu lintas yang sederhana.

Jumlah kaum muslimin di Australia sedikitnya mencapai 400 ribu jiwa, dari 23 juta jiwa jumlah keseluruhan penduduk Australia. Dari jumlah itu, wanita muslimah yang mengenakan cadar sedikitya berjumlah 2000 wanita. (Fani/alm)