Label Rasis dari Wilders untuk Kaum Migran

Pada zaman penjajahan Belanda di nusantara dulu, pemerintah kolonial mengelompokkan penduduk secara rasis dan menerapkan kebijakan yang diskriminatif di antara mereka. Rupanya kebiasaan nenek moyang Belanda itu kini diteruskan oleh PVV dan partai kristen demokrat CDA.

PVV pimpinan Geert Wilders, partai pengidap islamofobia dan xenofobia itu, ingin melabeli generasi ketiga migran di Belanda sebagai “allochtonen.”

Menurut definisi Biro Pusat Statistik Belanda (CBS), autochtonen adalah julukan untuk orang yang lahir di negeri Belanda dan allochtonen untuk orang yang lahir di luar Belanda, atau salah satu orangtuanya lahir di luar Belanda.

Sampai sekarang generasi ketiga ini tidak dihitung dalam statistik sebagai “imigran.” Menurut partai anti-islam pimpinan politikus Geert Wilders, pencatatan ini akan memberikan gambaran mengenai kadar integrasi mereka.

Sebagaimana dilansir Radio Netherlands (01/7), beberapa hari lalu Maxime Verhagen, wakil perdana menteri dan pemimpin partai kristen demokrat CDA, berpidato. Dalam pidatonya, Verhagen berbicara atas nama para pendukungnya yang berdarah asli Belanda. Verhagen menyuarakan kekhawatiran warga totok Belanda mengenai “orang asing” yang merebut pekerjaan mereka, membangun masjid seenaknya – sementara makin banyak gereja menghilang – juga penyakit dan produk luar negeri.

Sehari kemudian partai PVV ingin memperluas definisi allochtonen di Belanda, agar mereka – yang punya orangtua dari luar Belanda dan sering dianggap sebagai kelompok bermasalah – lebih mudah diawasi.

PVV menganggap allochtonen sebagai kelompok potensial yang bisa menimbulkan masalah. Padahal sebenarnya makin sulit untuk menganggap kelompok “asing” ini sebagai masalah bagi masyarakat Belanda, karena jumlah mereka sangat berkurang. Statistik dari CBS menunjukkan bahwa tahun lalu terdapat 40.000 allochtonen, yang berasal dari negara-negara non-Barat, datang ke Belanda.

Keinginan PVV itu menimbulkan pertanyaan di kalangan oposisi; apa sebenarnya yang diinginkan partai itu?

Mantan guru besar dan ahli migrasi Han Entzinger berpendapat, ini diskusi tak berguna, debat kusir. “Di sebagian besar negara lain, mereka bahkan sama sekali tidak mencatat dari mana Anda berasal, jika Anda sudah dinaturalisasi.” (Fani/hdt)