Lembaga Kemanusiaan Turki Bantah Batalkan Berlayar ke Gaza

Sebuah kelompok amal Turki membantah laporan media Turki dan Israel bahwa mereka mempertimbangkan untuk membatalkan rencana untuk mengirim armada bantuan baru ke Jalur Gaza yang terkepung.

Penolakan ini datang dalam menanggapi berita dari surat kabar Turki berbahasa Inggris Hurriyet yang mengatakan, “Yayasan Bantuan Kemanusiaan, atau IHH mungkin akan membatalkan rencana mereka berlayar ke Gaza tergantung pada perkembangan, terutama perkembangan di Suriah.”

Huseyin Oruç, anggota dewan dari Yayasan Bantuan Kemanusiaan, atau IHH, dan juru bicara armada baru Gaza, menurut laporan surat kabar itu mengatakan, “kami akan membahas kondisi yang muncul. Setiap negara memiliki keseimbangan sendiri. Dari sudut pandang kami, perkembangan di negara tetangga Suriah adalah sangat penting,” katanya kepada Daily News.

“Tujuan kami bukan untuk berlayar ke Gaza. Kami pikir kami dapat melayani tujuan dengan mengirim kapal atau membatalkan hal itu,” kata Oruç Selasa lalu.

“Kami mempertimbangkan kembali rencana kami. Masyarakat internasional berbicara tentang intervensi di Suriah, suatu perkembangan yang akan mempengaruhi Turki sangat banyak, serta Palestina dan perdamaian di wilayah tersebut. Semua faktor ini saling terkait dan kami harus melihat mereka semua,” tambah Oruç.

Ketika dihubungi untuk langsung oleh Worldbulletin ke IHH, pihak berwenang IHH mengesampingkan akan adanya pembatalan.

Berbicara kepada Worldbulletin, pejabat IHH mengatakan bahwa “armada baru pasti akan berlayar ke Gaza seperti yang dijadwalkan. Namun kami berbicara terkait kapal Mavi Marmara yang berencana akan memulai perjalanan dan bergabung dengan armada utama yang menuju Gaza. Hal ini akan menjadi jelas di hari ini atau pertemuan besok. Dipastikan kapal Mavi Marmara akan berlayar ke Gaza bersama dengan kapal lain dari armada yang baru. “

Dua puluh dua kapal dari berbagai negara, termasuk Mavi Marmara, ditetapkan untuk bertemu di perairan internasional dekat dengan bagian selatan pulau Mediterania Siprus pada 27 Juni sebelum berlayar ke Gaza, menurut rencana awal. Para aktivis internasional yang terlibat dalam armada baru akan bertemu di Athena pekan ini, Oruç mengatakan kepada media. (Fani/erm)