Badan POM Ikut Teliti Air Zamzam

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mulai melakukan penelitian dan uji laboratorium terhadap air yang konon adalah air Zamzam yang banyak diperjualbelikan di Indonesia.

Kepada BBC Indonesia Kepala BPOM Kustantinah penelitian ini dilakukan setelah sejumlah media memberitakan ditemukannya air Zamzam mengandung arsenik di Inggris belum lama ini.

“Sekarang kita sedang mengambil sampel ke tempat-tempat yang kita duga air itu diperjualbelikan untuk kemudian dilakukan uji laboratorium,” kata Kustantinah.

“Hari ini tim BPOM sudah melakukan pengambilan sampel dengan cara membeli air Zamzam yang dijual itu,” lanjut dia.

Kustantinah menambahkan pemeriksaan dan uji laboratorium itu perlu dilakukan karena BPOM melihat sejumlah alasan.

“Pertama air tersebut tidak pernah didaftarkan ke BPOM. Kedua untuk mencegah keresahan masyarakat akibat pemberitaan,” jelas dia.

Namun, Kustantinah belum memastikan kapan uji laboratorium itu akan selesai. Yang jelas BPOM akan bertindak jika ditemukan bahan-bahan berbahaya dalam air yang dijual bebas itu.

“Jika kita temukan bahan yang tidak diizinkan dalam air tersebut, kita akan lakukan sejumlah tindakan sesuai peraturan yang ada,” papar Kustantinah.

“Kita bisa larang penjualan air itu sebagai air minum. Kemudian ditelusuri siapa penjualnya, siapa yang mendistribusikan, dan apakah betul itu air zamzam dari Makkah atau diproduksi di Indonesia,” tegas dia.

Sebelum ini, Kantor berita BBC hari Kamis (5/5) menurunkan laporan bahwa Zamzam dari Makkah yang dijual di Inggris terkontaminasi.

Namun Kepala Survei Geologi Saudi Zuhair Nawab menyangkal tuduhan BBC itu dan menyatakan lembaganya sangat berhati-hati dalam menjaga kualitas dan keamanan air dari sumur Zamzam.

Nawab mengatakan, lembaganya bertanggungjawab mengawasi kualitas air Zamzam, yang tidak hanya untuk kebutuhan Arab Sadi tetapi juga seluruh dunia Islam.

“Pakar kami memantau kondisinya setiap hari. Setiap hari kami mengambil tiga sampel air untuk dites dan dikaji, yang hasilnya menunjukkan bahwa air tidak terkontaminasi,” papar Nawab, sebaimana dikutip Arab News (07/5/2011).

Menurut Fahd Turkistani, penasihat pemerintah kerajaan untuk bidang meteorologi dan lingkungan menegaskan, laporan BBC menyoroti air dalam botol yang dikemas oleh individu, bukan oleh lembaga Saudi yang sah, dalam hal ini lembaga Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci.

Air yang disuplai lembaga resmi itu telah melewati pemeriksaan ketat dan dipapr sinar ultraviolet untuk membunuh bakeri yang ada.

Air Zamzam yang terkontaminasi, bisa jadi berasal dari para penjual air di gerbang masjid yang menggunakan wadah tidak streril. Dan pemerintah Saudi melarang penjualan air Zamzam yang seperti itu.

Red: Fani
Sumber: Hidayatullah.com