MUI Minta Film ‘?’ Direvisi Ulang

Pihak film ‘?’ (Tanda Tanya) telah melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa pekan lalu. Hasilnya MUI meminta film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini agar bisa direvisi ulang.

“Kita meminta kepada pihak film Tanda Tanya agar merevisi ulang film tersebut dan itu sudah kita kirim melalui surat,” kata Slamet Effendi saat dikonfirmasi, Jumat (22/4/2011).

Meski meminta untuk direvisi ulang, akan tetapi pihaknya meminta kepada para penonton agar bisa cerdas dalam memahami arti atau pesan yang disampaikan dalam film tersebut.

“MUI berharap penonton agar bersifat cerdas yang berdasarkan pemahaman keislaman,” tukasnya lagi.

Setelah diteliti lebih dalam dan dilihat beberapa kali, film yang dibintangi Revalina S Temat dan Reza Rahardian tersebut telah melakukan a judgement secara setifikal di mana menganggap kejelekan satu kelompok dan satu yang tidak menganggap jelek.

“MUI menganggap film itu secara keseluruhan telah melakukan ajudgement terhadap agama secara setifikal, di mana menganggap kejelekan satu kelompok dan yang satu tidak menganggap jelek satu kelompok sebab kerukunan umat beragama itu mengandung sifat yang bias dan adanya kontraproduktif dalam kerukunan beragama,” bebernya.

Buat Film Agama, MUI Anjurkan Ajak Para Ahli

Film ‘?’ telah beredar di tanah air, akan tetapi film tersebut menimbulkan kontroversi di kalangan para organisasi agama Islam.

Pihak MUI menyarankan agar menggunakan para ahli dalam membuat film tersebut.

“Kalau mau buat film agama kan bisa disertakan para ahli agama. Biar tidak terjadi kesalahan,” ucap Slamet Effendi selaku pihak MUI saat dikonfirmasi, Jumat (22/4/2011).

MUI pun sangat menyayangkan jika di film tersebut ada salah persepsi terhadap masalah murtad. Karena di dalam agama Islam, jika seseorang murtad adalah keluar dari Islam merupakan hukuman terberat bukan menuju lebih baik.

“Di film ini mengandung atau memberikan suatu apresiasi terhadap yang tidak perlu diapresiasikan. Di sini ada membahas masalah murtad, di situ ada perasaan yang menyinggung umat Islam, di situ mengatakan seseorang murtad keluar dari Islam menuju lebih baik dan itu sama sekali tidak sesuai dengan kaidah dalam Islam. Padahal di Islam, seseorang yang keluar dari Islam hukumannya berat,” paparnya.

Pihaknya pun telah mengirimkan surat kepada pihak film ‘?’ agar bisa merevisi ulang film tersebut supaya tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

“Kita sudah mengirimkan surat kepada pihak film ‘?’ agar film tersebut direvisi yang bermaskud supaya tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat seusai menonton film itu,” timpalnya.

Red: Fani
Sumber: Okezone