Mulai April, Polisi Prancis Akan Panggil Pemakai Cadar

Pemerintah Prancis secara resmi akan memberlakukan larangan cadar di tempat umum pada bulan April 2011. Dengan berlakunya undang-undang tersebut, kantor polisi boleh memanggil perempuan yang mengenakan cadar dan memerintahkan perempuan itu untuk melepaskan cadarnya.

Pejabat berwenang di Paris mengatakan, aturan itu cuma simbolis dan polisi tidak akan memanggil setiap perempuan yang mengenakan cadar untuk menghindarkan anggapan stigmatisasi terhadap muslim terutama para muslimahnya.

Namun, imam masjid di kota Paris Moussa Niambele mengatakan, memaksa perempuan bercadar untuk memenuhi panggilan ke kantor polisi merupakan hal yang tidak nyaman. “Polisi menyetop Anda di depan orang banyak dan memaksa Anda ke kantor polisi, seolah-olah Anda orang yang tidak diinginkan. Ini semua akan jadi tontotan orang,” tukas Niambele.

Pemuka muslim di Prancis sudah menyatakan kekhawatirannya sejak aturan larangan bercadar itu diwacanakan. Aturan semacam itu, kata mereka, perempuan beresiko diperlakukan sewenang-wenang oleh polisi dan menjadi korban pelecehan.

Larang bercadar berlaku di tempat–tempat umum, seperti jalan-jalan umum, sekolah, transportasi umum, pertokoan, ruang pengadilan, rumah sakit dan gedung-gedung pemerintahan. Mereka yang menolak melepas cadarnya setelah dipanggil polisi, akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar 208 dollar AS.

Pemerintah Prancis sudah menyebar pamflet dan poster di seluruh kota sebagai sosialisasi larangan bercadar yang akan diterapkan mulai 11 April mendatang. “Tak seorang pun, di tempat-tempat umum, diizinkan mengenakan kain yang didisain untuk menutupi wajah,” demikian tulisan di poster bergambar seorang perempuan Prancis “Marianne”.

Selain komunitas muslim, banyak pihak yang sebenarnya mengkrtik kebijakan melarang cadar yang dinilai berlatar belakang politis ini. Apalagi Presiden Prancis Nicolas Sarkozy secara khusus menyorot Islam sebagai agenda politiknya untuk pemilu presiden 2012.

Di Perancis, terdapat 5 juta Muslim, tapi kurang dari 3.000 muslimah yang mengenakan cadar.

Red: Fani
Sumber: Eramuslim