Revolusi Libya Tewaskan 6000 Orang

Pejabat Hak Asasi Manusia Libya, Ali Zaidan, Rabu (02/03), menegaskan bahwa sejak dimulainya revolusi Libya, sedikitnya 6000 orang telah meninggal. Tiga ribu di antara mereka meninggal di Tripoli.

Di sela-sela konferensi pers di markas HAM PBB di Prancis, Zaidan menyatakan bahwa jumlah korban yang meninggal secara keseluruhan sedikitnya berjumlah 6000 orang. Tiga ribu di antara mereka meninggal di Tripoli, dua ribu di Benghazi dan seribu orang lainnya meninggal di kota-kota lainnya.

“Jumlah itu berdasarkan data yang dimiliki oleh organisasi HAM Libya. Meski demikian, jumlah korban sebenarnya bisa jadi lebih besar,” jelas Zaidan.

Perbedaan jumlah korban ini pernah terjadi pada 23 Februari lalu. Pihak HAM ketika itu memprediksi jumlah korban meninggal capai 640 orang, sedang pemerintah Libya sebut 300 orang meninggal. Akan tetapi, fakta di lapangan ternyata berbeda. Sedikitnya 2000 orang telah meninggal pada 23 Februari silam.

Red: Fani
Sumber: Islamtoday