Penerbit Suara Agung Tarik al-Quran “Bermasalah”

Menyusul pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, yang menyebutkan adanya terjemahan bahasa Indonesia yang keliru pada isi al-Quran dari buku tafsir bersampul hijau dengan judul “Al Quran Transliterasi Latin Terjemahan Indonesia”, terbitan Suara Agung, Jakarta, pihak penerbit (Suara Agung) mengaku langsung menarik al-Quran terjemahan itu dari pasaran.

“Kami langsung menarik semua al-Quran terjemahan yang dimaksud bahkan sudah mengkonfirmasi ke media di Tarakan, “ ujar Muhlis, Kepala Bagian Pemasaran penerbit Suara Agung, Senin (28/2) pagi.

Tak hanya menarik, pihak Suara Agung diakui Muhlis juga telah meminta maaf kepada MUI Tarakan dan MUI pusat atas masalah ini.

“Saya sudah meminta maaf kepada MUI karena adanya human error ini, “tambahnya.

Sekedar diketahui, sebelum ini, MUI Tarakan mendapat laporan masyarakat adanya terjemahan bahasa Indonesia yang keliru pada isi al-Quran dari buku tafsir bersampul hijau dengan judul “al-Quran Transliterasi Latin Terjemahan Indonesia”, terbitan Suara Agung, Jakarta.

Menurut Ketua MUI Tarakan, KH Zainuddin Dalila, ada beberapa kesalahan pada terbitan al-Quran tersebut. Di antaranya pada ayat 10 hingga 19 di surah Al-Infitar (82) dan pada ayat tertentu di surah Al-Baqarah (2).

Muhlis menjelaskan, kesalahan lebih pada penempatan halaman yang salah. “Ada terjemahan dobel atau lebih tepatnya ada dua halaman kembar.”

Meski demikian, pihaknya mengaku langsung menanggapi temuan MUI Tarakan tersebut dengan cara menarik semua terbitan yang bersangkutan dari pasaran.

Muhlis mengaku, pihaknya mencetak sekitar 10 ribu, namun baru 6000 eksemplar yang dipasarkan. Kini, pihaknya sedang menunggu agen-agen untuk menarik yang telah beredar di pasaran.

Menurut Muhlis, al-Quran yang dipermasalahkan masyarakat ini adalah dua jenis cetakan berjudul “Al Quran Transliterasi Latin Terjemahan Indonesia”. Yang pertama cetakan dengan cover kulit (dua jilid) dan cetakan hard cover (dua jilid).

Red: Fani
Sumber: Hidayatullah