Pernyataan Resmi Lembaga Perlindungan Hak dan Kebebasan Atas Peristiwa Mesir

Lembaga Perlindungan Hak dan Kebebasan yang dikelola oleh para ulama dan da’i terkemuka di Mesir menegaskan, satu-satunya solusi dalam menghadapi krisis yang terjadi di Mesir adalah dengan tetap berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Nabi Muhammad saw.

Penegasan itu dijelaskan dalam pernyataan resmi Lembaga Perlindungan Hak dan kebebasan di Mesir, berikut teks pernyataan resminya dikutip dari Islammemo.cc, Sabtu (05/02).

Bismillahirrahmaanirrahim

Segala puji milik Allah semata, dan shalawat serta salam serta keberkahan semoga tercurahkan kepada nabi yang tidak ada nabi setelahnya. Wa ba’d.

Hari ini, penduduk Mesir sedang melalui kondisi yang sangat serius. Karenanya, para ulama, da’i, para pakar dan orang-orang bijak haruslah melaksanakan tugasnya untuk menasehati umat mereka.

Orang-orang yang bertanda tangan di sini, terdiri dari berbagai elemen masyarakat, menyatakan sebagai berikut:

  1. Satu-satunya solusi menghadapi krisis ini adalah dengan tetap berpegang teguh kepada Kitabullah Ta’ala dan Sunnah Nabi-Nya saw. Saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, karena meninggalkan sikap tolong menolong adalah dosa dan permusuhan.
  2. Sesungguhnya umat ini tidak akan membiarkan aturan yang merugikan undang-undang yang menjadikan Islam sebagai agama negara, menghormati sumber syari’at Islam sebagai sumber hukum. Hal itu demi menjaga keamanan dan kedamaian untuk semua lapisan masyarakat.
  3. Hari ini,umat dari seluruh kalangan sedang berusaha mengadakan perubahan dan revormasi dengan tetap tidak boleh menyelewengkannya dan jangan lamban dalam menyelesaikannya. Tegaknya keadilan, reformasi hukum dan lembaganya adalah pilihan penduduk Mesir. Tuntutan damai ini tidak keluar dari syari’at Islam dan tidak pula menyelisihinya.
  4. Pencapaian perdamaian dan keamanan, solidaritas dan kasih sayang antara kelompok-kelompok dalam masyarakat adalah subyek untuk menjawab tuntutan anak-anak muda yang sah. Memberikan jaminan keamanan kepada kerumunan demonstran dan mengambil tindakan dengan niat yang benar akan dapat membangun kembali jembatan kepercayaan dan kredibilitas yang runtuh karena adanya kesalahan dan melanggar perjanjian.
  5. Kekuatan masyarakat berada di balik tuntutan anak-anak muda untuk melakukan reformasi dengan benar, tanpa menggunakan cara-cara yang menyimpang, slogan-slogan menyesatkan. Tuntutan seperti ini selarang dengan aturan-aturan dari langit dan undang-undang negara, terlebih kesepakatan umat.
  6. Kepada para pejabat negara, hendaknya menjaga tertumpahnya darah, nyawa dan keamanan dan segera menindak para koruptor demi kemaslahatan negara dan rakyatnya.
  7. Orang-orang yang bertanda tangan pada pernyataan ini berkeyakinan, orang beriman yang meninggal karena melawan mereka adalah syuhada di sisi Allah (insya Allah). Keluarga yang ditinggal berhak untuk mendapatkan ganti rugi.
  8. Kepada seluruh para pengunjuk rasa hendaknya melakukan tuntutan dengan cara damai, dan menjauhi segala sesuatu yang dapat menimbulkan wana bahaya, baik untuk negara ataupun masyarakat. Tidak ada alasan untuk melakukan penindasan dan pelecehan.
  9. Orang-orang yang bertanda tangan pada pernyataan ini meminta kepada para pejabat militer Mesir untuk menjaga keamanan negara dan rakyatnya.
  10. Kami serukan kepada seluruh warga Mesir untuk senantiasa menyebarkan kasih sayang dan kebaikan, memaafkan setiap orang yang berbuat kesalahan atau telah memusuhinya dengan syarat merealisasikan tuntutan rakyat Mesir. Allah Ta’ala berfirman:

Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim,” (Asy-Syuraa: 40).

Semoga Allah menjaga negeri Mesir kita dengan memberikan keamanan dan ketenangan. Menjaga para pemuda dan para pemberaninya, memilihkan pemimpin yang tepat, pemimpin yang takut dan bertakwa kepada Allah serta mengikuti keridhaan dan rahmat-Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang dan Mulia. Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.

Mesir, malam Sabtu, bertepatan:
2/2/1432 H – 5/2/2011

Yang bertanda tangan pada pernyataan ini adalah:

  1. Prof. DR. Nasrun Farid Washil, mantan Mufti Mesir.
  2. Prof. DR. Abdus Sattar Fathullah Sa’id, Dosen tafsir dan ilmu Al-Qur’an di Al-Azhar dan Ummul Qura.
  3. Prof. DR. Ali Ahmad Salus, Dosen fikih dan ushulnya dan Wakil Ketua lembaga fuqaha di Amerika.
  4. Prof. DR. Marwan Syahin, Dosen hadits fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar
  5. Prof. DR. Al-Khusyu’i Al-Khusyu’i Muhammad, Mantan wakil rektor fakultas ushuluddin di universitas Al-Azhar.
  6. DR. Yahya Isma’il, Mantan dosen hadits fakultas ushuluddin di universitas Al-Azhar.
  7. DR. Abdul Mun’im Al-Barry, Dosen fakultas ushuluddin di universitas Al-Azhar.
  8. Prof. DR. Umar Abdul Aziz, Dosen fakultas dakwah di Universitas Al-Azhar.
  9. Prof. DR. Muhammad Abdul Makshud, Da’i Islam
  10. Prof. DR. Muhammad Isma’il Al-Muqaddam, Da’i Islam
  11. Fadhilatus Syaikh Musthafa Muhammad, Da’i Islam
  12. DR. Sa’id Abdul ‘Adzim, Da’i Islam
  13. DR. Yasir Burhami, Da’i Islam
  14. DR. Muhammad Yusra Ibrahim, Dewan penasehat di universitas Internasional.
  15. DR. Shafwat Hijazi, Da’i Islam
  16. DR. Muhammad Abdus Salam, Da’i Islam
  17. Fadhilatusy Syaikh Khalid Shaqr, Da’i Islam.
  18. DR. ‘Athiyah ‘Adlan ‘Athiyah, Dosen di universitas Madinah
  19. DR. Ahmad Farid, Da’i Islam
  20. Fadhilatusy Syaikh Ahmad Halil, Da’i Islam
  21. DR. Hisyam ‘Aqdah, Da’i Islam
  22. DR. Hisyam Barghasy, Da’i Islam
  23. DR. Muhammad Rajab, Da’i Islam
  24. Fadhilatusy Syaikh Nasyaat Ahmad, Da’i Islam
  25. DR. yasir Al-Fiqhi, Asdos di fakultas pendidikan Islam di universitas Al-Azhar.
  26. DR. Walid Al-Jauhari, Da’i Islam
  27. DR. Madahat Abdul Bari, Da’i Islam.