Riyadh: Penjara dan Denda Bagi Siapa yang Membuat Situs Radikal di Internet

Aparat keamanan Riyadh mengumumkan, siapa saja yang membuat atau menyebarkan situs “radikal” melalui internet akan dihukum penjara 10 tahun dan denda hingga 10 juta riyal.

Menurut Ketua Manajemen Keamanan Intelektual Riyadh, DR. Abdurrahman Hadlaq, internet kini menjadi medan perang intelektual antara aparat keamanan dengan kaum “radikal” yang tergabung dalam gerakan “teroris”.

Pada konferensi “peranan internet dalam memerangi kaum radikal dan “teroris” yang diadakan oleh Universitas Nayif Al-‘Arabiyyah, DR Hadlaq menyatakan, “Kelompok-kelompok itu mengupload audio dan video khutbah jum’at ke internet,” sebagaimana dikutip oleh Islamtoday.net, Rabu (26/1).

“Sebelum tahun 2000, internet kurang berpengaruh. Tapi, berbeda dengan sekarang. Pengguna internet Riyadh sedikitnya telah mencapai 10 juta pengguna,” jelasnya.

Hadlaq juga menegaskan, bahwa pemerintah telah mengawasi penjualan cd dan video yang mengajak kepada “radikalisme”, sehingga mereka tidak akan mendapatkannya dari sumber aslinya. Tapi, kini pemerintah juga harus mengawasi penggunaan internet yang dapat digunakan oleh kaum “radikal” untuk mendownload ceramah-ceramah itu.

“Pengawasan dan pemblokiran situs-situs radikal ini hendaknya dilakukan di semua negara di dunia untuk menutup celah tindakan radikal. Karena, mayoritas situs-situs radikal servernya di luar negeri, terutama di Barat,” himbau Hadlaq.

Undang-undang informasi ini telah diresmikan oleh pemerintah Riyadh, bagi siapa yang membuat atau menyebarkan situs yang menyerukan kepada tindakan “radikal” dan “teroris” akan dipenjara 5-10 tahun dan denda hingga 10 juta riyal.

Red: Fani
Sumber: Islamtoday