Parah, Mantan Presiden Israel Perkosa Tiga Ajudannya

Pengadilan Israel menyatakan mantan Presiden Israel Moshe Katsav bersalah atas pemerkosaan dan pelecehan seksual. Yang menjadi korban adalah tiga mantan ajudannya sendiri.

“Pengakuan Katsav berisi kebohongan. Ketika seorang perempuan bilang tidak, itu artinya tidak,” kata hakim seperti dilansir Reuters, Kamis (30/12/2010).

Presiden yang menjabat dari 2000-2007 ini menolak tuduhan memperkosa mantan ajudan dan melecehkan dua ajudan lain. Dia juga dinyatakan bersalah karena mencoba menghalang-halangi proses hukum.

Katsav (65) hanya diam saat meninggalkan pengadilan sambil dilindungi pengacara dan pengawalnya. Ada kemungkinan Katsav akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Israel.

Skandal seks ini memaksa Katsav pensiun dini dengan memalukan pada 2007. Namun, pemerintahan Israel secara institusi tidak terpengaruh karena peran penting ada di tangan perdana menteri.

Katsav tetap merasa tidak bersalah dan bersumpah akan membersihkan namanya. Sementara vonis hakim disambut kelompok perempuan yang menentang pelecehan seksual di tempat kerja.

Pengadilan tidak menyebutkan kapan vonis akan dieksekusi. Kasus perkosaan di Israel biasanya divonis 4-16 tahun penjara. (md/Fani)