Banser Anshar Akan Amankan Natal

Kesigapan Banser Anshor membela non Muslim dan sekte non Islam memang tak perlu diragukan lagi. Tapi sikap yang sangat baik hati itu menjadi ironis bila kita lihat sederetan konflik mereka dengan sesama Muslim.

Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak melibatkan Barisan Anshor Serbaguna (Banser) untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru di kawasan Tanjung Perak.

Selain melibatkan instansi swasta dan pemerintahan, pengamanan kawasan Tanjung Perak ini juga melibatkan ormas Banser. “Banser ini dilibatkan untuk menjalin kerjasama dan kerukunan umat beragama,” terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Yuda Gustawan, Jumat (17/12/2010).

Dia menyebutkan, TNI yang dilibatkan dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru ini antara lain dari Kodim 0830, Kolinamil, Koterm, dan Polairud. Sedangkan dari instansi yang ada di kawasan Tanjung Perak, antara lain KPLP, Port Security, Dishub, Pertamina, PLTU, Bogasari, Organda, RS PHC, PMK, Pramuka, Orari, dan Banser.

Untuk PAM Natal dan Tahun Baru ini disiagakan 257 personel gabungan dari sejumlah kesatuan dan instansi. Mereka akan disebar di 12 titik lokasi peribadatan dan sejumlah keramaian yang banyak dikunjungi warga. Pengamanan yang diberi nama Operasi Lilin Semeru ini, akan dilakukan sejak tanggal 24 Desember 2010 hingga 1 Januari 2011.

Kesigapan Banser Anshor membela non Muslim dan sekte non Islam memang tak perlu diragukan lagi.

Akhir Juli lalu, ketika umat Islam berhadapan dengan sekte sesat Ahmadiyah, Banser Anshor tampil terdepan memagari Ahmadiyah dengan “ancaman” pengerahan 200 ribu pasukan paramiliter. Padahal bentrokan itu diprovokasi terlebih dahulu oleh kelompok Ahmadiyah. Sekte ini dimusuhi umat Islam karena dianggap melecehkan Islam dengan doktrin adanya nabi dan kitab suci baru selain Nabi Muhammad dan Al-Qur’an.

Ketua GP Ansor kabupaten Kuningan Muplihudin menyatakan siap menjaga keamanan jemaah Ahmadiyah dengan 200 ribu pasukan. Ia tak peduli akan berhadapan dengan umat Islam yang menginginkan pembubaran Ahmadiyah berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Banser juga tak gentar meski langkah umat Islam untuk menyegel masjid sekte Ahmadiyah didukung oleh Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda dan Kapolres Kuningan AKBP Yoyoh.

“Jika jumlah 50 ribu personil Banser masih kurang ada 150 ribu cadangan siap turun membantu untuk memberikan perlindungan kepada Jema‘at Ahmadiyah sambil menunggu perintah Kyai-Kyai Nahdlatul Ulama,” katanya di Kuningan, Jum’at (30/7/2010).

Sikap Banser Anshor yang sangat baik hati kepada non Muslim dan sekte non Islam itu menjadi ironis bila kita lihat sederetan konflik mereka dengan sesama Muslim.

Insiden memalukan terjadi di Surabaya, Kamis (11/2/2010), ketika massa anggota Banser bentrok dengan siswa SMA Ta’miriyah Surabaya. Bentrokan sesama warga nahdliyin ini membuat Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur geram. Mantan Ketua DPP Ansor yang akrab disapa Gus Ipul ini menyayangkan anggota Banser ikut larut dalam konflik lembaga pendidikan itu.

“Seharusnya Banser itu posisinya di tengah-tengah. Mereka tidak boleh terlibat dalam konflik. Tugasnya hanya membentengi Ulama, bukan jadi preman, apalagi menyerang sekolah. Ini sangat disayangkan,” kata Gus Ipul geram.

Menurut dia, ini ironis. Sebuah lembaga pendidikan dan organisasi massa yang punya nilai religius malah terjebak dalam aksi dukung mendukung, bahkan sampai berujung bentrok. Ia minta semua pihak menahan diri dan mengikuti jalur hukum untuk menyelesaikan masalah.

Masih dalam suasana tahun baru Hijriyah 1432. Semoga saudara-saudara kita Banser Anshor bisa merealisasikan spirit hijrah untuk lebih cermat mengenali siapa kawan dan siapa lawan. (voa-islam/Fani)