Sambut Ramadhan, Polri Tangkap Ust. Abu Bakar Ba’asyir

ImageMemasuki bulan Ramadhan, ulama tauhid yang terkenal berdakwah tanpa lelah, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dikabarkan kembali ditangkap, Senin (9/8). Hal ini sebagaimana diungkapkan Kabidpenum Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto.   "Benar, Ba'asyir ditangkap," 
  Menurut Marwoto, Ba'asyir ditangkap terkait kasus terorisme. Namun, dalam kasus terorisme yang mana dan sejauh mana keterlibatan pengasuh Ponpes Ngruki itu, Marwoto masih pelit untuk berbagi informasi.

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang juga Amir Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) sudah lama menjadi incaran musuh-musuhnya, terutama Amerika yang tidak menghendaki Islam tegak di negeri ini. Berbagai cara diupayakan untuk dapat menjebloskan kembali Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, termasuk megkaitkan beliau dengan aktivitas terorisme.

Ditangkap Di Ciamis, Jawa Barat

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ditangkap polisi saat berada di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat. Beliau ditangkap seusai mengisi pengajian di Tasik Malaya. Kombes Marwoto hingga saat ini belum mau menjelaskan alasan  penangkapan Ustadz ABB. Kombes Marwoto hanya mengiyakan bahwa Ustadz ABB ditangkap karena terkait terorisme dan menjanjikan akan ada jumpa pers siang hari ini.

Sementara itu, putra Ustadz ABB, Ustadz Abdurrahim kaget mendengar ayahnya ditangkap. Beliau menyatakan tidak tahu menahu mengapa ayahnya ditangkap. 

"Yang benar, Mas? Saya belum mendengar sama sekali. Gimana katanya (beritanya)?"

Beliau menjelaskan, beberapa hari terakhir ayahnya berada di Jawa Barat untuk berdakwah. Hari ini rencananya Ustadz balik ke Solo.

Sementara itu Mahendradatta dari Tim Pengacara Muslim (TPM) yang biasa mendampingi kasus terorisme, mengaku belum menerima kabar penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Setahunya, Ustadz ABB pamit hendak ke Tasikmalaya.

"Saya belum dengar (soal penangkapan), tapi rumornya begitu, rumor dari teman wartawan,"

TPM sendiri masih menunggu kepastian rumor tersebut. "Kita masih menunggu betul-tidaknya rumor itu," tutupnya. (dtk/arhmh/Fani)