Suriah Tangkap Seorang Da’i Muslim

ImagePengadilan tindak pidana di Ibukota Suriah, Damaskus, Rabu (11/2), menjatuhkan dua tahun masa hukuman penjara kepada penyeru agama Islam, Syaikh Abdul Rahman al-Kuki. Namun, hukuman itu kini diperingan menjadi satu tahun masa tahanan.   Penahanan itu terkait wawancaranya dengan salah satu stasiun televisi tentang pelarangan cadar di Mesir. Dalam wawancara itu, Syaikh Abdul Rahman dituduh telah menghasut dan memprovokasi umat Islam dengan dalih agama. Selain itu, ia juga dituduh telah menyulut permusuhan dengan negara asing.
  Syaikh Abdul Rahman al-Kuki dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal KUHP nomer 307 tentang menghasut atas nama agama dan madzhab, pasal nomer 285 tentang merongrong keamanan negara, dan pasal nomer 278 tentang tindakan yang membahayakan hubungan Suriah dengan negara asing.

Syaikh Abdul Rahman al-Kuki Membantah Tuduhan yang Dituduhkan Kepadanya

Syaikh Abdul Rahman telah membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dalam bantahannya ia berkata, "Saya berlindung kepada Allah bila saya telah menghina Presiden atau negara Suriah, saksinya adalah semua orang yang menyaksikan wawancara itu. Adapun tuduhan memprovokasi dan menyulut permusuhan terhadap kelompok lain, itu adalah tindakan yang tidak mungkin saya lakukan, karena saya sendiri adalah salah satu anggota Komisi Dialog Antar Agama," bantahnya.

Syaikh Abdul Rahman ditangkap saat sekembalinya beliau dari Qatar usai mengikuti acara al-Ittijah al-Ma'akis (segi yang kontroversi) yang diadakan oleh stasiun televisi, al-Jazeera. Dalam acara itu ia didampingi wartawan Mesir, Abdul Rahim Ali, membahas keputusan ulama Mesir terkait pelarangan pemakaian niqab di Universitas al-Azhar.

Syaikh Abdul Rahman ditangkap karena dalam wawancara itu beliau mengeluarkan peryataannya yang meminta Presiden suriah supaya menjadikan isterinya orang pertama yang mengenakan niqab. Oleh sebagian pengamat, pernyataan itu dianggap sebagai penghinaan.

Isteri Syaikh Abdul Rahman al-Kuki Juga Ditangkap

Beberapa sumber media Suriah melaporkan bahwa pihak keamanan juga menangkap beberapa kerabat penyeru Islam tersebut, termasuk isterinya. Mereka ditangkap dengan tuduhan telah membocorkan berita penangkapan syaikh Abdul Rahman al-Kuki.

Menurut laporan Dewan HAM Suriah, pemerintah mengajukan Syaikh Abdul Rahman ke pengadilan karena ia dituduh telah merusak hubungan negara Suriah dengan negara Arab lainnya. Dan mungkin ia juga akan dituduh telah melakukan penyalahgunaan agama.

Terkait penangkapan isteri dan para kerabat Syaikh Abdul Rahman, Komisi HAM menentang tindakan itu. Dalam situs resminya, Komisi HAM meminta supaya pemerintah segera membebaskan isteri dan para kerabatnya. Selain itu,  Komisi HAM juga meminta supaya pemerintah membebaskan segala tuduhan yang ditudukan kepada Syaikh Abdul Rahman. (Ism/Fani)