Larangan Bersumpah yang Berisi Dosa di Dekat Mimbar Rasulullah

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa bersumpah yang berisi dosa di dekat mimbarku ini, silahkan ia menyiapkan tempat duduknya dalam neraka, meskipun hanya untuk mendapatkan sebatang siwak basah’,” (Shahih, HR Abu Dawud [3246] dan Ibnu Majah [2325]).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah seorang laki-laki atau wanita bersumpah di dekat mimbar ini dengan sumpah yang berisi dosa meskipun hanya untuk mendapatkan sebatang siwak basah, kecuali wajib masuk neraka baginya’,” (Shahih, HR Ibnu Majah [2326]).

Kandungan Bab:

  1. Larangan keras bersumpah dengan sumpah yang berisi dosa untuk merampah hak seorang muslim, mencari keridhaan seseorang atau menyampaikan alasan khususnya untuk merebutkan hak-hak di mimbar Rasulullah saw.
  2. Para ulama berselisih pendapat tentang kafarah sumpah palsu. Dan yang benar, kafarahnya adalah dengan mengembalikan hak-hak kepada ahlinya serta menyesal dan bertaubat kepada Allah.
  3. Hadits-hadits ini meskipun secara jelas menyebutkan bahwa pelakunya berhak diadzab dalam api neraka, namun ini tergantung kepada kehendak Allah. Jika Allah menghendaki niscaya dia akan mengadzabnya dan jia Allah menghendaki dia akan memaafkannya. Berdasarkan kaidah ushul ahlus sunnah.

    Ibnu Abdil Barr berkata dalam kitab al-Istidzkar (22/83), “Dan makna dalam masalah ini sama. Yaitu pensyaratan dosa dalam ancaman tidak dalam masalah kebajikan. Dan madzhab kami dalam masalah ancaman adalah berdasarkan firman Allah, ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik bagi siapa yang dikehendakinya,’ (An-Nisaa’: 48).”

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 3/393-421.