Pernah tertidur karena kelelahan, lalu terbangun ketika waktu shalat sudah berakhir?
Situasi seperti ini bisa membuat seseorang panik. Apalagi jika ketika membuka mata, matahari sudah tinggi atau waktu shalat berikutnya hampir tiba.
Lalu, apakah shalat tersebut masih harus dikerjakan? Apakah termasuk dosa? Dan apa yang seharusnya dilakukan ketika seseorang benar-benar tertidur hingga melewatkan waktu shalat?
Islam memberikan perhatian besar terhadap shalat, tetapi syariat juga membedakan antara orang yang sengaja meninggalkan shalat dengan orang yang tertidur atau lupa.
Ketika Tidur Membuat Kita Kehilangan Waktu Shalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا
“Barang siapa lupa terhadap suatu shalat atau tertidur darinya, maka kaffarahnya adalah mengerjakannya ketika ia mengingatnya.”
Hadis ini menunjukkan bahwa ketika seseorang tertidur hingga melewatkan waktu shalat, maka ketika ia terbangun, ia segera mengerjakan shalat tersebut.
Jadi, tidak perlu menunggu sampai waktu yang dianggap “lebih tepat”.
Begitu terbangun dan menyadari bahwa shalat telah terlewat, segera tunaikan shalat tersebut.
Bagaimana Jika Baru Bangun Ketika Waktu Shalat Berikutnya Sudah Masuk?
Misalnya seseorang tertidur dan baru bangun ketika waktu Ashar sudah masuk, sedangkan shalat Zuhur belum dikerjakan.
Apa yang dilakukan?
Ia segera mengerjakan shalat Zuhur yang terlewat, kemudian mengerjakan shalat Ashar.
Hal ini termasuk bentuk menjaga urutan shalat ketika memungkinkan.
Namun, jika waktu shalat yang sedang berlangsung sudah sangat sempit dan dikhawatirkan akan habis, maka seseorang mendahulukan shalat yang sedang memiliki waktu tersebut.
Jangan Menunda Setelah Bangun
Kesalahan yang terkadang terjadi adalah seseorang sudah bangun, tetapi masih menunda-nunda.
“Sebentar lagi.”
“Setelah mandi dulu.”
“Nanti sekalian.”
Padahal, Nabi ﷺ mengajarkan agar shalat yang terlewat karena tidur atau lupa segera dikerjakan ketika telah teringat.
Karena itu, ketika terbangun: Bangun → bersuci → segera shalat.
Tidak perlu menunggu suasana menjadi sempurna.
Bagaimana Jika Tidurnya Disengaja?
Ini bagian yang perlu dibedakan.
Tertidur secara tidak sengaja berbeda dengan seseorang yang sengaja melakukan sesuatu yang menyebabkan dirinya melewatkan shalat tanpa alasan yang dibenarkan.
Misalnya seseorang mengetahui bahwa waktu shalat hampir habis, tetapi justru sengaja tidur tanpa berusaha bangun.
Maka persoalannya bukan lagi sekadar “tertidur”.
Seorang Muslim hendaknya berhati-hati agar tidur tidak dijadikan alasan untuk meremehkan kewajiban shalat.
Bagaimana Agar Tidak Sering Ketinggalan Shalat Karena Tidur?
Kalau seseorang sering mengalami hal ini, mungkin yang perlu diperbaiki bukan hanya cara mengqadha shalatnya, tetapi juga kebiasaannya sebelum tidur.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Jangan tidur terlalu larut tanpa kebutuhan. Tubuh yang terlalu lelah lebih sulit dibangunkan.
- Pasang alarm. Jangan hanya mengandalkan satu alarm jika memang sering sulit bangun.
- Minta bantuan orang lain. Jika tinggal bersama keluarga atau teman, mintalah mereka membangunkan.
- Tidur dengan niat bangun untuk shalat. Niat yang baik tidak menggantikan ikhtiar, tetapi membantu membangun kesungguhan.
- Kurangi kebiasaan begadang
Banyak orang sebenarnya bukan tidak mampu bangun untuk shalat, tetapi tidur terlalu larut karena aktivitas yang tidak mendesak.
Jangan Sampai Rasa Bersalah Membuat Kita Putus Asa
Ada orang yang ketika bangun dan menyadari telah melewatkan shalat, justru merasa sangat bersalah sampai akhirnya tidak segera mengerjakannya.
Jangan begitu.
Jika benar-benar tertidur atau lupa, segera tunaikan shalat ketika terbangun atau teringat. Kesalahan yang sudah terjadi jangan dijadikan alasan untuk menambah kesalahan berikutnya. Yang penting adalah segera kembali kepada kewajiban.
Kesimpulan
Tertidur hingga melewatkan waktu shalat bukan sesuatu yang boleh dianggap sepele. Namun, Islam juga memberikan tuntunan bagi orang yang benar-benar tertidur atau lupa.
Ketika terbangun dan mengetahui bahwa shalat telah terlewat: segera kerjakan shalat tersebut.
Jangan menunggu waktu luang, jangan menundanya tanpa alasan, dan jangan menjadikan rasa bersalah sebagai alasan untuk semakin jauh dari shalat.
Pada saat yang sama, jika kejadian ini sering berulang, perbaiki sebabnya. Tidur lebih teratur, pasang alarm, dan lakukan berbagai ikhtiar agar shalat tetap terjaga.
Karena pada akhirnya, menjaga shalat bukan hanya tentang bagaimana kita mengerjakannya ketika waktunya tiba, tetapi juga tentang seberapa serius kita mempersiapkan diri untuk menunaikannya.
Sumber:
Al-Majmu‘ Syarh al-Muhadzdzab, Imam an-Nawawi.
Al-Mughni, Ibnu Qudamah.