Wudhu Sudah Benar? Ini Bagian yang Sering Terlewat

055122600 1662351527 shutterstock Lens Hitam

Wudhu mungkin sudah menjadi rutinitas yang kita lakukan berkali-kali dalam sehari. Sebelum shalat, kita mengambil air, membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, lalu membasuh kaki.

Karena sudah terbiasa, terkadang kita melakukannya secara otomatis. Padahal, ada beberapa bagian dalam wudhu yang perlu diperhatikan agar wudhu kita benar dan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.

Rasulullah ﷺ sendiri pernah memperagakan tata cara wudhu kepada para sahabat. Salah satunya diriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau berwudhu dengan membasuh kedua tangan, berkumur dan memasukkan air ke hidung, membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, mengusap kepala, kemudian membasuh kedua kaki. Setelah itu beliau menjelaskan bahwa cara tersebut merupakan wudhu Nabi ﷺ.

Jangan Sekadar Membasahi, Pastikan Air Mengenai Bagian yang Dibasuh

Salah satu hal penting dalam wudhu adalah memastikan air benar-benar mengenai anggota wudhu yang harus dibasuh.

Ketika membasuh wajah, misalnya, jangan hanya membasahi bagian depan wajah secara sekilas. Begitu pula ketika membasuh tangan, air perlu mengenai bagian tangan hingga siku.

Hal yang sama berlaku untuk kaki. Jangan sampai air hanya mengenai bagian atas kaki sementara bagian lainnya tidak terkena air.

  1. Jangan Lupa Berkumur dan Memasukkan Air ke Hidung

Dalam beberapa riwayat sahih, Nabi ﷺ melakukan madmadah (berkumur) dan istinshaq (memasukkan air ke hidung), kemudian mengeluarkannya.

Ini menjadi bagian yang sering dilakukan secara terburu-buru. Padahal, ketika berwudhu kita sedang mengikuti tata cara ibadah yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Karena itu, lakukan dengan tenang dan jangan sekadar menggugurkan rutinitas.

  1. Membasuh Tangan Harus Sampai Siku

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai ke siku.”
(QS. Al-Ma’idah: 6)

Dalam praktiknya, sebagian orang terkadang membasuh tangan tetapi kurang memperhatikan bagian siku.

Pastikan air mengenai seluruh bagian tangan hingga siku, bukan berhenti sebelum siku.

  1. Mengusap Kepala, Bukan Membasuhnya

Bagian berikutnya adalah kepala.

Nabi ﷺ mengusap kepala dengan tangan yang basah. Dalam riwayat Abdullah bin Zaid, beliau memperagakan Nabi ﷺ mengusap kepala dari bagian depan menuju belakang kemudian mengembalikannya ke bagian depan.

Jadi, jangan menyamakan mengusap kepala dengan membasuhnya menggunakan banyak air.

  1. Jangan Lupakan Kaki dan Sela-Sela Jari

Membasuh kaki juga perlu dilakukan dengan sempurna hingga mata kaki.

Bagian yang sering luput adalah sela-sela jari kaki. Karena itu, ketika membasuh kaki, pastikan air mengenai seluruh bagian yang perlu dibasuh.

Dalam riwayat tentang wudhu Nabi ﷺ, kedua kaki dibasuh hingga mata kaki.

  1. Tidak Harus Selalu Tiga Kali

Mungkin ada yang mengira bahwa semua anggota wudhu harus selalu dibasuh tiga kali.

Padahal, terdapat riwayat bahwa Nabi ﷺ juga pernah membasuh sebagian anggota wudhu dua kali. Bahkan terdapat riwayat tentang membasuhnya satu kali.

Adapun membasuh tiga kali merupakan salah satu cara yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Yang terpenting bukan sekadar menghitung berapa kali air dituangkan, tetapi memastikan anggota wudhu terbasuh dengan baik dan tidak berlebihan dalam menggunakan air.

  1. Jangan Berlebihan Menggunakan Air

Wudhu bukan berarti harus menggunakan air sebanyak-banyaknya.

Ada perbedaan antara memastikan air merata dan berlebihan dalam menggunakan air. Karena itu, biasakan menggunakan air secukupnya.

Wudhu yang baik bukanlah wudhu yang paling banyak menghabiskan air, tetapi wudhu yang dilakukan dengan benar dan mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.

Jadi, Bagian Mana yang Sering Terlewat?

Coba periksa kembali wudhu kita:

  • Apakah air sudah mengenai seluruh wajah?
  • Apakah tangan sudah dibasuh sampai siku?
  • Apakah kepala sudah diusap dengan benar?
  • Apakah kedua kaki sudah dibasuh sampai mata kaki?
  • Apakah sela-sela jari kaki sudah terkena air?
  • Apakah kita berkumur dan memasukkan air ke hidung?
  • Apakah kita menggunakan air secukupnya?

Hal-hal sederhana seperti ini terkadang luput karena wudhu sudah terlalu sering kita lakukan.

Wudhu Bukan Sekadar Rutinitas

Wudhu adalah ibadah yang dilakukan berulang kali. Karena itu, sudah semestinya kita berusaha memperbaikinya.

Rasulullah ﷺ mengajarkan tata cara wudhu kepada para sahabat dengan praktik langsung. Bahkan terdapat hadis yang menyebutkan keutamaan seseorang yang berwudhu sebagaimana wudhu Nabi ﷺ kemudian shalat dua rakaat dengan penuh perhatian.

Maka, setiap kali berwudhu, jangan hanya berpikir, “Yang penting sudah kena air.”

Tetapi tanamkan dalam hati: “Saya sedang mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.”

Dengan begitu, aktivitas yang tampak sederhana ini dapat menjadi ibadah yang kita lakukan dengan ilmu, kesadaran, dan ketenangan.

Sumber: 
Shahih al-Bukhari, Kitab al-Wudhu’, hadis no. 159, 164, 185, 192, 197.
Syarh Shifat Wudhu’ an-Nabi ﷺ, penjelasan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah.