Hal-Hal yang Harus Diperhatikan oleh Seorang Pedagang

7 kunci sukses berdagang yang diajarkan oleh rasulullah saw

Seorang pedagang wajib bertakwa kepada Allah dan bersungguh-sungguh menjaga agar perdagangannya bersih dari dusta, khianat, kecurangan, sumpah palsu, serta terlalu banyak bersumpah. Bahkan, terlalu sering bersumpah pun hendaknya dihindari, meskipun seseorang berkata jujur. Sebab, kebiasaan tersebut dapat menyeretnya kepada kedustaan.

Dalam hadis sahih, Nabi ﷺ bersabda: “Jauhilah banyak bersumpah dalam jual beli. Sesungguhnya hal itu memang dapat melariskan barang dagangan, tetapi kemudian menghilangkan keberkahan.”

Beliau ﷺ juga bersabda: “Sumpah dapat melariskan barang dagangan, tetapi menghapus keuntungan.” Dalam riwayat lain disebutkan: “…menghapus hasil usaha.”

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa sumpah palsu, dusta, kecurangan, pengkhianatan, bahkan kebiasaan banyak bersumpah meskipun benar, merupakan perkara yang sangat berbahaya. Pelakunya berada dalam ancaman yang besar.

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda: “Ada tiga golongan yang pada hari kiamat Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih: orang tua yang berzina, orang miskin yang sombong, dan seseorang yang menjadikan sumpah sebagai dagangannya; ia tidak membeli kecuali dengan sumpah dan tidak menjual kecuali dengan sumpah.”

Meskipun ia jujur, kebiasaan sering bersumpah dapat menyeretnya kepada kebohongan sehingga akhirnya terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan dan keburukan.

Oleh karena itu, wahai hamba Allah, hendaklah engkau bersemangat mencari penghasilan yang baik, memiliki usaha yang benar, dan melakukan jual beli yang jujur, agar engkau memperoleh kesucian di sisi Allah, mendapatkan keberkahan dalam rezekimu, serta kelak dikumpulkan bersama para nabi, orang-orang yang jujur (ash-shiddiqin), dan para syuhada pada hari kiamat.

Ketika Rasulullah ﷺ ditanya, “Penghasilan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab: “Usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.”

Inilah penghasilan yang paling baik. Yang dimaksud dengan usaha tangan sendiri ialah berbagai pekerjaan seperti kerajinan, pertanian, pertukangan kayu, pandai besi, dan pekerjaan sejenisnya. Adapun jual beli yang mabrur adalah jual beli yang tidak mengandung dusta, pengkhianatan, maupun kecurangan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri. Sungguh, Nabi Dawud ‘alaihis salam dahulu makan dari hasil kerja tangannya.”

Nabi Dawud ‘alaihis salam membuat baju besi dengan tangannya sendiri, kemudian menjualnya kepada manusia. Maka, wahai hamba Allah, hendaklah engkau mencari penghasilan yang halal, berdagang dengan cara yang benar, serta bekerja dengan tanganmu sendiri sebagai bagian dari usaha-usaha yang baik. Dan jauhilah kecurangan, pengkhianatan, suap, serta segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sungguh, jika salah seorang di antara kalian mengambil talinya, lalu pergi mencari kayu bakar, memikulnya di atas punggungnya kemudian menjualnya sehingga Allah menjaga kehormatannya dengan itu, maka hal itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia, apakah mereka memberinya atau menolaknya.”

Artinya, seseorang yang pergi membawa tali untuk mengumpulkan kayu bakar atau rumput, lalu menjualnya dan makan dari hasil jerih payahnya sendiri, itu jauh lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia, baik mereka memberi maupun menolak.

Sumber: Diterjemahkan dari https://binbaz.org.sa/audios/1057/